Lakukan restorative justice, Polisi di Sarmi mediasi kasus pengeroyokan

Papuaunik, – Lakukan restorative justice, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sarmi Kota mediasi permasalahan kasus pengeroyokan yang terjadi antar pemuda di Distrik Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi, Papua.

Kapolres Sarmi AKBP Hapry Lanudjun, S.Sos, MM melalui Wakapolsek Sarmi Ipda WJ Taroreh ketiga dihubungi dari Kota Jayapura, Jumat mengatakan permasalahan pengeroyokan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sarmi dengan mengedepakan restorative justice sebagai implementasi kebijakan Kapolri.

Menurut dia, penyelesaian kasus pengeroyokan itu dilaksanakan di Mapolsek Sarmi Kota beradasarkan laporan polisi nomor : LP/14/III/2021/Papua/Res.Sarmi/Sek.Sarmi Tanggal 29 Maret 2021.

Dengan menghadirkan kedua belah pihak yakni anggota DPRD Kabupaten Sarmi Edi Tananar, Kepala Distrik Fi’en Isak Yawer, Kepala Suku Sobey Kabupaten Sarmi Korinus Weyasu, dan Dewan Adat Sarmi Adolof Dimo.

Lalu, Kepala Kampung Neidam Dorsila Wasti Ambani, Bhabinkamtibmas Kampung Neidam Bripka prajabatan Purba, Brigpol Ronaldo Rihulay, Brigpol Didimus Dodop, Briptu Surya Kamal, Briptu Juan Deda.

“Juga menghadirkan korban yaitu David Waren dengan dugaan pelaku pengeroyokan adalah Noak Bers alias Noki,Hans Yafet Bers alias Afet, Rianto Letuna alias Rian, dan Alfaro Yosua Ambani alias Alvaro,” katanya.

Dari hasil mediasi, ungkap Taroreh, kedua pihak, baik keluarga korban dan pelaku bersepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Dimana keluarga pelaku membayar denda sebesar Rp25 juta kepada pihak korban.

“Kesepakatannya, persoalan ini diselesaikan secara keluarga dengan membayar denda sebesar Rp25 juta yang akan dibayar dua kali, yakni pada Rabu tanggal 21 April 2021 sebanyak Rp10 juta dan sisanya akan dibayarkan pada 15 Mei 2021 sebanyak Rp15 juta,” ungkapnya.

Pihak pelaku, lanjut Taroreh, sepakat untuk meminta maaf kepada korban atas terjadinya tindakan pengeroyokan tersebut, begitu juga sebaliknya.

“Pihak korban sepakat untuk memaafkan pihak pelaku secara sadar tanpa paksaan dari pihak manapun. Bahwa benar pihak pelaku berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya terhadap korban maupun tindak pidana yang lain kepada orang lain,” kata Taroreh menyebutkan beberapa item kata sepakat untuk penyelesaian kasus tersebut.

Selaku Wakapolsek Sarmi Ipda WJ Taroreh meminta kepada kedua belah pihak agar dapat saling memaafkan satu sama lain untuk tidak melakukan hal yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain yang mana permasalahan tersebut sudah di selesaikan dengan kekeluargaan secara musyawarah dan damai.

“Saya juga minta dan imbau agar kedua pihak tidak ingkar untuk kesepakatan damai yang dibuat,” tegasnya.(Humas Polres Sarmi/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =