Akhirnya FKUB Keerom dikukuhkan setelah dua tahun tertunda

Papuanik, – Akhirnya, dewan penasehat dan pengurus FKUB Kabupaten Keerom periode 2021-2026 di kukuhkan oleh Bupati Keerom Piter Gusbager di Arso, Kabupaten Keeroml, Rabu (07/04) setelah hampir dua tahun tertunda.

“Peran FKUB ini sangatlah penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga harmoni kehidupan dan kerukunan umat beragama,” kata Bupati Pieter dalam sambutannya.

Bahkan, lanjut dia, karena pentingnya peran FKUB, Mendagri tegas mengintruksikan kepada semua kepala daerah apabila FKUB belum di berikan anggaran maka APBD belum boleh digunakan karena hal tersebut berdasarkan amanah undang-undang.

“Oleh karena itu pemerintah daerah Kabupaten Keerom siap mendukung sepenuhnya semua program FKUB,” kata Bupati Keerom Pieter

Diketahui, musyawarah pemilihan pimpinan dan anggota FKUB sejatinya telah dilaksanakan pada 19 Desember 2019 lalu, yang di hadiri oleh semua pimpinan lembaga agama dan disaksikan oleh Wakil Bupati saat itu, Kepala Kantor Kesbangpol, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kapolres Keerom dan Dandim Jayapura.

Dalam musyawarah tersebut KH Nursalim Ar rozy, S.Hi terpilih sebagai ketua dan Pdt Polikarpus Wopari sebagai Sekretaris FKUB periode 2019-2024. Namun Bupati tidak kunjung menerbitkan SK FKUB dengan alasan yang tidak jelas.

Adapun personalia kepengurusan FKUB berdasarkan prosentase jumlah umat masing-masing agama, yakni Islam 6 orang, kristen 6 orang, Katolik 4 orang dan Hindu 1 orang.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Keerom KH. Nursalim Ar rozy menegaskan bahwa FKUB adalah merupakan miniatur kebhinekaan bangsa Indonesia di daerah ini.

“FKUB menjadi tenda besar atau rumah besar bangsa yang mengayomi semua umat beragama dari beragam kelompok. Tidak hanya representasi agama namun juga suku,” katanya.

Menurut dia, 17 anggota FKUB ini adalah para tokoh-tokoh pilihan yang di rekomendasikan oleh masing-masing lembaga agama, sehingga sudah barang tentu lembaga masing-masing agama tersebut menilai bahwa para tokoh-tokoh yang di rekomendasikan ini mampu menjadi pengayom, penyejuk, menjadi panutan dan memiliki pengaruh terhadap umatnya.

“Sehingga dengan ketokohan tersebut mereka mampu menjadi pengendali umat. Kepada rekan-rekan anggota FKUB kita harus mampu menunjukkan kepada umat bahwa kita figur tokoh agama yang mempersatukan, merangkul dan piawai menjalan perbedaan sebagai kekuatan sehingga umat tidak terjebak pada pandangan ekstrem dan kekerasan,” ajaknya.

Oleh karena itu, lanjut dia, komitmen untuk mengayomi semua umat beragama harus tertaman kuat dalam kesadaran setiap anggota FKUB.

“Saya meminta kepada seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan untuk bahu membahu bersinergi bergandengan tangan untuk menjaga kerukunan umat,” katanya.

Apalagi, tantangan saat ini kian berat. Kehadiran media sosial (medsos) juga tidak bisa diabaikan. Sebab, tidak jarang medsos membawa racun seperti hoax dan ujaran kebencian yang menimbulkan perpecahan.

“Dalam catatan saya, ada beberapa kali masalah terjadi disebabkan isu hoax. Contohnya adalah isu tentang adanya JAD dan kelompok yang berafiliasi dengannya di Keerom, senyatanya itu semua hanyal berita hoax meskipun memang kita akui di Keerom ini ada kelompok yang tersinyalir berafiliasi dengan ormas terlarang,” katanya.

Kepada TNI Polri, Ketua FKUB berharap adanya kerja sama yang baik dengan semua tokoh agama yang bernaung di organisasi tersebut. Keterbukaan dalam menyikapi berbagai kasus sangat diharapkan.

“Begitu juga para wakil rakyat, yakni DPRD. Mohon kerjasamanya. Ini sangat penting saya sampaikan, kenapa? Kita pernah memiliki pengalaman pahit atau lebih tepatnya memalukan. Yaitu menangani sebuah kasus yang berpotensi konflik SARA, namun tidak seiring sejalan, tidak sinergi, tidak solid, sehingga hal tersebut menimbulkan stigma terhadap aparatur penegak hukum,” ungkapnya.

“FKUB, Bupati dan dan institusi penegak hukum jalan sendiri, termasuk legislatif jalan sendiri. Kedepan hal-hal seperti itu tidak boleh terulang kembali. Kepada pemerintah daerah, kami sangat berterima kasih atas kerjasama dan perhatian besar terhadap FKUB,” sambungnya.

Ia mengakui bahwa tanpa perhatian, dukungan dari pemerintah daerah tentunya FKUB tidak akan mampu berbuat banyak. “Penasehat, Kemenag, Kesbangpol. Mohon bimbingannya. FKUB akan mendukung penuh pemerintah daerah dalam melaksanakan visi misi bupati dan wakil bupati,” tutupnya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

29 + = 32