Pemerintah buka akses tol udara ke Pegunungan Bintang

Papuaunik, – Pemerintah pusat buka akses tol udara ke pedalaman Provinsi Papua, tepatanya di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mendukung kelancaran pembangunan di daerah itu.

Pembukaan akses tol udara ini diawali dengan Ceremonial Distribusi Logistik Kegiatan Multimoda Transportasi Laut, Darat dan Udara melalui program angkutan udara Perintis Kargo di Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dalam kegiatan ini mampak hadir ,Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana ST, M.Si, Staf Ahli Kementerian Perhubungan RI Kris Kuntadi, Staf khusus Kepresiden Dr Laus Calvin Deo Rumayom, Direktur lalu lintas dan angkutan laut RI Dr Laut Antoni A Priadi, dan Koordinator Kementrian Perdagangan Ibu Vaya Haiki A.

Kemudian, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pegunungan Bintang Methodius Uropmabin, Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Pegunungan Bintang Laban Howay, Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito SIK, M.KP dan PJU Polres Pegunungan Bintang Piter.

Ditegaskan bahwa kedatangan rombongan Dirjen Perhubungan (Kemenhub RI) dan Dirjen Kesra (Menko Kemaritiman dan Investasi RI) dalam rangka melakukan Ceremonial distribusi logistik dalam kegiatan multimoda transportasi laut, darat dan udara melalui program angkutan udara perintis kargo di Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana mengaku bersyukur dengan kehadiri Tim Kementrian dan Staf Kepresiden untuk membahas suatu program kegiatan Multimoda terkait distribusi logistik menggunakan transportasi Laut, Darat dan Udara melalui program angkutan udara perintis kargo di Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Seperti yang diketahui untuk harga sembako di Kabupaten Pegunungan Bintang sangat mahal untuk itu dengan adanya kehadiran Kementrian Perhubungan yang dibantu oleh Tim Kementrian Perdagangan diharapkan dapat membantu kami khususnya masyarakat Pegunungan Bintang dan yang menjadi tantangan adalah apa yang ada disini harus bisa dibawa ke luar selanjutnya apa yang ada di Merauke bisa dibawa kesini,” katanya.

Di Pegunungan Bintang, ungkap dia, terdapat dua PLBM yang dibagi atas wilayah Utara dan selatan, dimana target pemerintah daerah untuk dua tahun kedepan bisa menggunakan energi Power Hidro agar bisa mengembangkan daerah, dimana hal ini merupakan awal agar energi bisa masuk dengan cepat di Pegunungan Bintang.

“Dengan harapan bisa mendukung semua kegiatan pembangunan di Pegunungan Bintang. Untuk itu, mari kita semua mendukung program untuk kemajuan daerah,” ajak Spey.

Perwakilan dari masyarakat adat Demianus Uropmabin menceritakan bahwa sejarah merupakan fakta dan integritas dimana masyarakat Pegunungan Bintang sangat jauh tertinggal. “Kami mengucapkan selamat datang kepada tim beserta rombongan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Silahkan bekerja dengan baik disini.
Sekader diingatkan bahwa
harga satuan barang atau bahan pokok disini sangat mahal, apakah rakyat bisa sejahtera dengan harga yang mahal itu. semoga Kedepan bisa mengurangi beban masyarakat,” pintanya.

Staf Khusus Kepresidenan DR Laos Rumayom mengaku kehadirannya sebagai mitra Kerja Kementrian Perhubungan dan Perdagangan untuk memastikan instruksi Presiden Jokowi yang tercantum dalam peraturan Inpres Nomor 09 tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

“Akan tetapi itu semua tidak mudah dikarenakan harus ada gerakan sebagai dukungan, sehingga kita bisa diberikan kebijakan otonom.

Kehadiran Kementerian perhubungan juga memastikan bahwa air bisa tiba disini sesuai dengan harga yang normal, seperti yang kita ketahui dana APBN untuk Provinsi Papua sekitar 45 triliun dan dana Otsus sebesar hampir 90 Triliun jadi tugas kita disini memastikan penggunaan dana tersebut tepat sasaran untuk percepatan pembangunan dimana bapak Presiden Jokowi sangat mendukung percepatan pembangunan tersebut,” katanya.

Laos juga menyatakan sangat mendukung kebijakan Bupati Spey yang mengutamakan pengembangan Sumber Daya Manusia. “Dimana kami sambut ide Bupati Spey dengan baik dalam pembangunan universitas di wilayah pegunungan dan saya juga mengajak Kapolres dan Dandim untuk pastikan anak-anak sekolah kita, apabila sudah lulus sekolah bisa langsung siap dalam mengikuti seleksi,” katanya.

Untuk itu, Laos yang juga akademisi dari Univeritas Cenderawasih itu mengharapkan dalam waktu dekat proposal percepatan pembangunan segera diajukan kepada Presiden Jokowi, sehingga target percepatan pembangunan dapat selesai dan tidak dapat di ganggu.

“Ini bukan merupakan pertemuan pertama dan terakhir namun ini merupakan pertemuan dimana kita mulai berpikir dalam bekerja sama sehingga kapanpun kami bisa datang untuk melaksanakan percepatan pembangunan seperti apa yang di cita-citakan oleh masyarakat,” kata Laos.

Sementara itu, Kris Kuntadi menegaskan bahwa kehadiran mereka untuk melaksanakan program multimoda. “Dimana kami sudah melakukan kegiatan multimoda tersebut dari daerah Jambi yang mana barang diangkut melalui transportasi laut menuju Jayapura selanjutnya diangkut menuju Merauke melalui jalur udara dan direncanakan akan di angkut menuju ke Oksibil melalui jalur udara,” katanya.

Dengan adanya kegiatan multimoda, kata dia, diharapkan masyarakat dapat merasakan harga barang seperti di daerah lain. “Program yang kami lakukan di pusat, dibawah dan dibantu oleh Staf Presiden sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Harapan kami ketika pesawat pulang dari Oksibil ke Merauke agar tidak kosong harus ada muatan karena kami tetap akan menghitung biaya pengangkutan tersebut,” katanya.

“Kami mohon didukung program kami dan tidak bocor kemana mana Kami menyarankan agar bapak-bapak sekalian dapat membaca buku kami berjudul “Tol Laut” yang kami serahkan,” tambah Kris.

Selama kegiatan ini berlangsung, Polres Pegunungan Bintang ikut serta memfasilitasi dalam hal pengamanan hingga kegiatan berakhir dengan aman dan lancar.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39 − = 38