Itjen Kemendikbud audit kinerja Universitas Muhammadiyah Papua

Papuaunik, – Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sasaran pada pelaksanaan “Audit Kinerja Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta pada 12 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di 13 Provinsi” oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Senin.

Ada empat PTS pada LLDIKTI Wilayah XIV yang menjadi sasaran pada audit ini. PTS tersebut adalah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Umel Mandiri, STMIK 10 November, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), dan Universitas Muhammadiyah (UM) Papua.

Rektor UM Papua Prof Dr HR Partino, M.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atas terpilihnya UM Papua sebagai salah satu dari 4 perguruan tinggi dari total 65 perguruan tinggi di LLDIKTI XIV Wilayah Papua dan Papua Barat, yang diaudit dalam rangka pembinaan.

“Nilai tambah dari audit pembinaan ini akan memantapkan UM Papua dalam pembuatan laporan keuangan dan laporan kegiatan. Dengan demikian laporan-laporan UM Papua pada masa yang akan datang akan lebih baik dan akan sesuai dengan aturan-aturan audit profesional,” jelas Rektor.

Tim yang bertugas pada kesempatan ini adalah Sri Hendro Hariyanto sebagai Pengendali Teknis, Agung Prasetyo sebagai Ketua Tim, Patar Panjaitan dan Novendi Carlos, sebagai Anggota Tim.

Selain Rektor UM Papua, hadir pada kegiatan ini Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Indah Sulistyani, M.I.Kom., Wakil Rektor II Bidang AIK Keuangan, SDM dan Sarpras Dr. Ir. Muhammad Nurjaya, M.Si, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Syarifuddin, M.I.Kom., serta jajaran pejabat kampus lainnya, dosen dan staf terkait.

“Yang diperlukan kelengkapan data. Kami meminta kerjasama dan keterbukaan. Silahkan bercerita dan bertanya masalah yang dihadapi. Akan kami bantu. Dari masalah yang ada dicari bersama formulasinya, dan kebijakan yang tepat,” demikian dikatakan Agung Prasetyo.

Objek audit kinerja kali ini terkait bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yaitu sertifikasi dosen, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan bantuan kuota data.

“Data terkait yang diperlukan adalah SK Rektor, SK Asessor, Laporan Kinerja Dosen (LKD) dan Beban Kinerja Dosen (BKD), rekap mahasiswa, kriteria dari kampus bagi mahasiswa yang dinyatakan layak dibantu, dokumen LPJ, berupa soft file untuk dicek bersama,” jelasnya lagi.

Audit Kinerja kali ini secara keseluruhan akan diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 13 April 2021 di 14 LLDIKTI seluruh Indonesia. (Dewi/Humas UM Papua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 60 = 70