Tanggapan Pangdam Cenderawasih soal Gubernur Papua lewati jalan tikus ke PNG

Papuaunik, – Ini tanggapan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, MA soal tingkah Gubernur Papua Lukas Enembe yang ‘nyelonong’ ke Vanimo, Papua New Guinea (PNG) lewati jalan tidak resmi alias jalan tikus pada Rabu pekan ini.

“Saya pikir kita punya mekanisme dan aturan, setiap daerah punya aturan, apalagi melintas negara, saya pikirs sudah jelas aturanya diikuti saja dengan punya dokumen dan lewati jalur yang resmi,” katanya usai mengikuti pertemuan virtual Panglima TNI dan Kapolri dengan para tokoh agama di Papua dan Papua Barat yang digelar di aula Makorem 172/PWY Padang Bulan, Kota Jayapura, Sabtu.

Didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan dan Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria, Ignatius mengaku hanya bisa memantau saja peristiwa itu karena bukan ranahnya.

“Saya hanya bisa memantua saja, intinya ini semua kewenangan Mendagri dan saya dengar sudah diterbitkan surat teguran atau sejenisnya. Itu sudah ada mekanismenya, seharusnya kita ikuti saja. Artinya kita selaku warga negara yang baik kita harus taati hukum yang ada,” katanya menyarankan.

Ketika ditanya apakah itu bukan kecolongan, karena ada seroang kepala daerah yang bisa ke negara tetangga lewat jalur tidak resmi, Ignatius membantah dengan diplomatis.

“Saya pikir tidak ada kecolongan, itukan kemarin lewat jalan bukan resmi, itu bisa setiap saat lewat situ. Kalau lewat jalan resmi pasti gak bisa, karena sekarang perbatasan juga tutup karena pandemi COVID-19. Karena kalau lewat jalan tikus atau istilahnya itu pintar-pintarnya orang kalau tidak ketangkap yah lolos,” jawabnya.

Sebelumnya, pada Rabu pekan ini orang nomor satu di Provinsi Papua menyeberang ke Vanimo, PNG lewat jalan tikus yang diantar oleh jasa angkutan roda dua alias ojek.

Mantan Bupati Puncak Jaya itu didampingi dua orang dekatnya sengaja ke negara tetangga untuk mendapatkan pengobatan karena penyakit yang dideritanya.

“Iya, saya pergi untuk berobat. Saya mau sehat, saya mau mati,” katanya Gubernur Lukas Enembe didepan PLBN Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (02/04).

Mantan Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua itu juga mengaku salah telah melintasi perbatasan negara melalui jalur yang tidak resmi, namun hal itu telah disampaikan kepada Konjen RI-PNG di Vanimo ketika tiba di sana.

“Saya memang salah. Saya masuk secara ilegal ke PNG. Saya naik ojek dari Pasar Skouw kearah perbatasan,” katanya menjawab pertanyaan yang dilempar oleh awak media, sambil menuju kearah mobil Toyota Fortuner.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

75 − 74 =