Pengakuan tukang ojek saat mengantar Gubernur Lukas Enembe ke tapal batas

Papuaunik, – Ini pengakuan tukang ojek, sebut saja namanya Hendrik, ketika mengantar Gubernur Papua Lukas Enembe melewati jalan tak resmi atau jalan tikus menuju Vanimo, Papua New Guniea, tapal batas RI-PNG pada Rabu pekan ini.

Hendrik yang kira-kira berumur 50-an itu mengaku tidak tahu jika yang diboncengnya itu adalah orang nomor satu di Provinsi Papua, yang hanya menggunakan setelan kaos, celana panjang dan topi. “Sebelumnya mereka ada bertiga, berjalan kaki kearah batas, kalau tidak salah Rabu sore,” ungkapnya di Pos Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat siang.

Namun, kira-kira sekitar 100 meter mendekati tapal batas, lanjut Hendrik dengan dialeg asal daerahnya mengaku diminta untuk mengantar mantan Bupati Puncak Jaya itu ke tapal batas. “Setelah itu saya kembali mengantar dua orang, sekali bonceng mereka dua naik,” katanya.

Setelah sampai ditujuan, lanjut pria berkacamata minus itu, pria yang menggunakan topi (Gubernur Papua Lukas Enembe) memberikan uang sebesar Rp100 ribu untuk membayar jasa angkutannya. “Tapi saya katakan bapak ini terlalu banyak, biasanya hanya dua kina (mata uang PNG), tapi akhirnya saya terima,” kata Hendrik, nama samaran.

Sehari sebelumnya, Ketua Partai Demokrat Provinsi Papua itu dikabarkan telah melintas batas RI-PNG secara ilegal, dengan melewati jalan tikus menggunakan jasa angkutan ojek.

Informasi itu pun kian santer beredar di dunia maya, bahkan salah satu media nasional berani mengutip dan menyajikannya dalam berita dan mendapat sejumlah tanggapan diberbagai grup media sosial.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

61 + = 67