Ini dia dua orang pendamping Gubernur Lukas Enembe ke PNG

Papuaunik, – Ini dia dua orang pendamping yang mengantar Gubernur Papua Lukas Enembe saat ke Vanimo, Papua New Guinea (PNG) pada Rabu (31/03) sore untuk berobat.

Kadiv Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua Novianto Sulastono menjelaskan bahwa selain Gubernur Lukas Enembe, ada dua orang yang mendampinginya melewati jalan tak resmi atau jalan tikus melintas tapal batas ke Vanimo, PNG.

“Iya, ada dua orang pendamping,” katanya didampingi Plh Kepala Kantor Imigrasi Jayapura Agus Makabori di Pos Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Jumat.

Kedua orang itu, satunya berjenis kelamin perempuan dan satu lagi berjenis kelamin laki-laki, yang mendampingi Gubernur Lukas Enembe ke Vanimo, PNG tidak disertai dengan dokumen resmi.

“Atas nama Eli Wenda kelahiran 2001 dan Hendrik Abidondifu kelahiran 1982. Keduanya juga tidak miliki dokumen resmi saat melintas batas, demikian juga Pak Gubernur Papua Lukas Enembe,” katanya.

Nama kedua orang itu bisa diketahui setelah pihak Imigrasi PNG mendeportasi Gubernur Papua Lukas Enembe yang didapatkan tidak memiliki dokumen resmi, sehingga Konjen RI-PNG menerbitkan surat perjalanan laksana pasport (SPLP) sebagai salah satu syarat untuk melintas batas.

“Jadi, ada tiga SPLP yang diterbitkan oleh Konjen RI-PNG, dua di antaranya milik saudara Eli Wenda dan Hendrik Abidondifo,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah keperluan orang nomor satu di Bumi Cenderawasih itu ke PNG, Novianto mengaku itu bukan haknya untuk menjawab atau menjelaskan tetapi sebagaimana keterangan yang diberikan ketika dimintai keterangan oleh pers usai periksa kesehatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw.

“Tadi, beliau (Gubernur Papua Lukas Enembe) katakan bahwa pergi berobat dan telah mengakui bahwa ia salah (tidak lewati jalan resmi dan tidak bawa dokumen),” jawabnya.

Terkait hal itu, Novianto mengaku bahwa telah terjadi pelanggaran aturan Keimigrasian yakni UU Nomor 6 tahun 2011, sehingga pihaknya akan segera mendalami persoalan itu.

“Tentunya akan kami dalami masalah ini. Tadikan tidak bisa karena kondisi beliau yang bisa dilihat langsung oleh kawan-kawan (media), sehingga bisa dilakukan nanti dengan instansi terkait,” katanya.

Sehari sebelumnya, Ketua Partai Demokrat Provinsi Papua itu dikabarkan telah melintas batas RI-PNG secara ilegal, dengan melewati jalan tikus menggunakan jasa angkutan ojek.

Informasi itu pun kian santer beredar di dunia maya, bahkan salah satu media nasional berani mengutip dan menyajikannya dalam berita dan mendapat sejumlah tanggapan diberbagai grup media sosial.

Selain itu, terlihat sejumlah foto pendamping Gubenur Lukas Enembe yakni Hendrik Abidondifu yang dikabarkan ikut menyeberang lewat jalan tikus ke negara tetangga.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 7 = 10