AP2KW laporkan sejumlah dugaan korupsi di Waropen ke Kejati Papua

Papuanik, – Aliansi Peduli Pembangunan Kabupaten Waropen (AP2kW) mengklaim telah melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Kabupaten Waropen kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua pada Kamis (24/03) lalu.

“Iya, Kamis pekan kemarin saya telah melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Waropen ke Kejati Papua,” kata AP2kW Roberth Demianus Niki saat berada di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

Adapun sejumlah dugaan kasus yang dilaporkan di antaranya soal korupsi dana APBD tanpa SP2D senilai RP62 miliar, Dana yang diperuntukkan kepada KONI Kabupaten Waropen sebesar Rp800 juta, dana yang diberikan kepada klub sepak bola Persewar Waropen sebesar Rp6 miliar, dana duka atau wafat sebanyak Rp2 miliar, dana untuk sejumlah sinode sebesar Rp5 miliar, serta dana penanganan COVID-19 sebesar Rp25 miliar lebih.

“Semua berkas atau laporan dugaan korupsi ini saya serahkan kepada Kejati Papua yang diterima oleh Pak Sawaki dan Pak Ayomi pada Kamis pekan lalu. Dan disampaikan mereka akan segera menelaah terlebih dahulu kasus tersebut,” katanya.

Selain itu, kata dia, sebagai organisasi yang peduli dengan pembangunan di Kabupaten Waropen, AP2KW juga telah menemui Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua, Iwanggin Sabar Olif.

“Dengan harapan, Ombudsman Papua bisa mendesak Kejati dan Polda Papua agar terus memproses dugaan korupsi yang terjadi di Waropen,” katanya.

Lebih lanjut, Roberth juga meminta agar Polda Papua segera menangkap salah satu daftar pencarian orang (DPO) yang terkait kasus proyek talud melibatkan kepala daerah.

“Kami minta agar Polda Papua segera menangkap JS, pelaku yang DPO karena masalah ini sudah setahun tetapi terkesan jalan ditempat. Begitu juga dengan Kejati Papua kami telah minta agar kasus yang sedang ditangani untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + = 7