Menag Yaqut mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Makasar

Papuaunik, – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengecam keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu pagi.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama Republik Indonesia mengutuk keras kebiadan yang terjadi hari ini, kita saksikan bersama di Gereja Katedral Makasar,” katanya dalam video berdurasi 1 menit 49 detik yang diterima redaksi Papuaunik.com di Kota Jaypura, Minggu malam.

Ia pun meminta kepada pemuka agama, apapun agama atau alirannya agar kembali menekankan kepada umatnya, jamaahnya agar memberikan pencerahan, karena agama tidak mengajarkan demikian.

“Kepada pemuka agama apapun agamanya tidak ada yang membenarkan agar umatnya untuk melakukan kekerasan, umatnya untuk melakukan tindak-tindakan teror atas alasan apapun. Agama selalu mengajarkan kita kasih sayang, mengajarkan kita semua kedamaian, mengajarkan kita semua untuk mencintai terhadap sesama umat manusia,” katanya.

Perilaku, kebiadaban yang disaksikan pada hari ini, kata Ketua Umum GP Ansor itu jelas bukan perilaku yang ditunjukkan oleh umat yang beragama.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada pihak keamanan, Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut secara cepat dan tuntas kasus di Gereja Katedral Makasar ini, agar tidak ada lagi kesempatan kepada orang-orang seperti yang sedang melakukan kebiadaban ini, memiliki momentum, kesempatan untuk mengulang kembali,” pintanya.

Kepada seluruh masyarakat, Yaqut meminta untuk tidak perlu takut dengan peristiwa tersebut. Karena dengan rasa ketakutan atau kepanikanlah yang sengaja dibuat oleh oknum atau kelompok tersebut.

“Ketakutan inilah yang diharapkan oleh mereka agar tertib sosial ditengah kita, mereka mudah untuk hancur leburkan, sehingga kekacauan yang besar akan bisa mereka buat lebih mudah. Jangan pernah takut, kita lawan kebiadaban ini secara bersama-sama. Terima kasih, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 13 =