Dapil dan alokasi kursi DPR RI asal Papua berubah?

Papuaunik, – Soal daerah pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi untuk DPR RI pada pemilu berikut di Provinsi Papua mengemuka dalam pertemuan tatap muka antara Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas dan KPU Papua yang diwakili oleh Adam Arisoy.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor KPU Provinsi Papua di Kota Jayapura, Kamis siang, Adam Arisoy membuka perbincangan dengan mengemukakan sejumlah kendala atau persoalan yang dihadapi selama ini.

“Pertama, soal tenaga SDM di KPU, baik itu ditingkatkan provinsi hingga kabupaten, yang bersumber dari tenaga ASN, honorer dan bantuan dari pusat, dari tingkat provinsi dan kabupaten. Kedua, soal SDM adhoc disejumlah daerah yang terkendala untuk pemilu karena ada aturan yang membatasi,” katanya.

Lalu, mantan ketua KPU Papua periode lalu itu juga menjelaskan soal jumlah calon bupati dan wakil bupati di 11 kabupaten, serta pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih, dimana delapan kabupaten yang tidak ada sengketa dan tiga kabupaten masih bersengketa.

“Jadi, ada kabupaten yang calon terpilih sudah ditetapkan dan siap dilantik, sementara tiga Kabupaten yaknk Yalimo, Boven dan Nabire masih ada sidang gugatan,” katanya.

Kemudian soal DPT dan Dapil Papua. “Apakah tetap satu dapil atau dibagi tiga dapil, karena jika satu dapil orang bagian selatan atau utara sulit jadi anggota DPR RI, disebakan masih ada sistem noken di 14 Kabupaten kecuali Pegubin dan Yalimo. Jika dibagi tiga dapil maka bisa terakomodir,” kata Adam.

Adam juga mengemukakan soal sering terlambat pencarian NPHD yang disebabkan karena APBD suatu daerah minim. Belum lagi terkendala soal faktor geografis, kapasitas atau integritas penyelenggara dan ada gangguan keamanan dari pihak lainnya untuk gagalkan pemilu.

“Inilah sejumlah persoalan atau kendala yang kami hadapi. Harapannya jika pada masa reses berikutnya 10 anggota DPR RI asal Papua bisa hadir sehingga tahu persoalan ini dan bisa ada solusinya, namun kami berharap dengan kehadiran Pak Yan Mandenas dan Pak Laos bisa menyerap aspirasi ini,” kata Adam.

Staf dan Komisioner Papua berpose bersama dengan Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas dan Staf Ahli Kepresidenan Laos Calvin Rumayom

Mendengar penjelasan itu, Yan Mandenas langsung menanggapi soal dapil Papua.

“Jika dua dapil ini masuk dalam wacana kita, kalau tiga dapil agak berat. Nanti kita harmonisasi pemilu jika sudah ada pembicaraan atau kesepakatan ditingkat partai,” katanya.

Yan meminta agar KPU Papua membuat konsep selain wacana dapil tapi juga alokasi kursi untuk pemilu berikutnya.

“Coba ada kajian yang lebih detail dari KPU agar bisa jadi referensi sehingga bisa diperjuangkan, soal dapil dan alokasi kursi. Termasuk karakteristik pemilihnya jangan sampai merugikan di Pesisir dan di bagian Selatan,” katanya.

Yan coba membandingkan dengan Lampung hanya belasan kabupaten tapi bisa ada 20 kursi.

“Nah kita di Papua ada 29 kabupaten dan kota hanya 10 kursi. Ini harus kita perjuangan misalnya dapat tambahan empat kursi dan pasti akan idealnya dua kursi, sehingga bisa 12 kursi untuk DPR RI asal Papua pada pemilu berikutnya,” kata Yan.

Sementara itu, Staf Ahli Kepresidenan Laos Calvin Rumayom berpendapat bahwa regulasi dan perbaikan perlu dilakukan, termasuk dibahas lebih serius.

“Dan kalau bisa ada suatu penelitian sehingga bisa menjadi naskah akademik dan bisa dikonsultasikan ke semua pihak,” kata Laos.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 3