Para kepala suku pegunungan tengah berikan bantuan kepada korban banjir Keerom

Papuaunik, – Belasan Kepala Suku Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom memberikan bantuan berupa hasil bumi kepada para korban banjir akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir disejumlah wilayah di daerah itu.

Simon Kossay bersama 13 Kepala Suku Pegunungan Tengah yang ada di Kabupaten Keerom mengatakan bantuan hasil bumi itu berupa pisang, singkong, labu, keladi, dan sayur mayur serta belasan kardus air mineral.

“Bantuan sebanyak dua mobil itu kami berikan kepada pengungsi korban banjir di Gedung Pramuka Arso, yang diterima oleh Pak Sekda Keerom dan Kapolres Keerom didampingi para koordinator pengungsi dan warga,” katanya ketika dihubungi via telepon seluler dari Kota Jayapura, Minggu.

Bantuan tersebut, kata dia, diberikan pada Sabtu (13/02) bersama para kepala suku dan warga lainnya yang memiliki kepedulian terhadap bencana alam.

Simon menyebutkan bahwa jumlah pengungsi di Gedung Pramuka sebanyak 75 kepala keluarga (KK), namun warga yang mengungsi itu tidak lama berada di tempat tersebut, karena diarahkan atau diminta oleh panitia atau pemerintah setempat agar kembali ke lokasi atau rumah masing-masing.

“Sehingga mereka saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing, tapi belum bisa masuk ke rumah karena penuh dengan pasir dan lumpur, sehingga mereka mengungsi ke salah satu rumah warga di Jalan Trans Irian Arso,” katanya menyebutkan bahwa rata-rata yang terdampak banjir adalah warga pegunungan.

Ia berharap pemerintah segera membantu warga yang terdampak banjir dengan memperhatikan langsung ke lokasi banjir. “Patut diperhatikan karena warga ini kena banjir, mereka juga butuh bantuan makanan karena kebun atau ladang mereka yang seharusnya sebagai tempat mengambil hasil bumi diterjang air dan lumpur, bisa dikatakan mereka gagal panen,” harapnya.

Terkait bencana alam banjir, Simon juga meminta kepada pemerintah setempat untuk lebih serius dalam menangani permasalahan tersebut dengan memperhatikan drainase atau saluran air yang sudah dangkal, melakukan pengerukan serta reboisasi hutan yang gundul di hulu sungai atau dataran tinggi karena penebangan pohon yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.

“Mari kita semua warga Keerom dan sekitarnya untuk peduli dengan lingkungan ataupun hutan, jangan lakukan penebangan pohon secara liar, perhatikan dampaknya yang terjadi saat ini, semua bisa jadi korban. Mari kita jaga alam dan lingkungan tempat tinggal kita,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

50 + = 59