Eks Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw jadi pendeta dalam layar lebar

Papuaunik, – Eks Kapolda Sumatera Utara (Sumut) yang kini jadi jabat Kapolda Papua untuk kedua kalinya, Irjen Pol Paulus Waterpauw terlibat langsung dalam layar lebar pembuatan film dengan judul ‘Si Tikam Polisi Noken’.

Berlokasi di Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIT telah dilaksanakan kegiatan pengambilan gambar dan video film layar lebar Si Tikam Polisi Noken yang turut melibatkan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw sebagai Pendeta.

Dalam kegiatan itu nampak hadir Wakapolda Papua Brigjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.IK. Karo SDM Polda Papua Kombes Pol Ade Djadja Subagja, S.IK (Director), Para PJU Polda Papua, Kapolres Jayapura bersama perwira serta anggota Polres Jayapura, Tim/Crew Pembuatan Film Layar Lebar “Si Tikam Polisi Noken” serta Siswa Diktuk Bintara Noken Polda Papua TA 2020.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, “Hari ini saya turut terlibat dalam pembuatan film layar lebar Si Tikam Polisi Noken. Dalam cerita saya berperan sebagai pendeta yang bertugas menyelesaikan masalah adat di Pegunungan Tengah Papua melalui doa tepatnya di Puncak Cartenz bersama Forkopimda yakni Bupati, Dandim dan Kapolres serta melibatkan PJU Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih,” katanya.

Dimana cerita dalam film ini, kat dia, menyangkut sebuah tradisi atau budaya yang memang sering terjadi konflik antara saudara-saudara di pedalaman.

“Yang mana terjadi banyak korban, tetapi puji tuhan sudah bisa diselesaikan dan kehadiran Pendeta bersama Forkopimda juga berperan dalam menyelesaikan dan mendamaikan permasalahan tersebut,” jelasnya.

Permasalahan tersebut, kata dia, diselesaikan melalui prosesi patah panah dan pengakuan kedua belah pihak untuk berdamai hingga rangkaian adat seperti bakar batu hingga denda adat dari kedua belah pihak yang bertikai.

Hadirnya sosok Polisi Tikam merupakan sosok anggota Polri yang bertugas sebagai juru bahasa guna meyakinkan salah satu dari suku yang bertikai. “Disini kita hanya mengasumsikannya nama suku yang bertikai yakni suku Waro dan Suku Bolakma,” katanya.

Pengarapan film ini sendiri melibatkan tenaga professional dari Jakarta dengan perlengkapan peralatan yang sangat baik dan canggih.

“Semoga tontonan yang baik ini dapat memberikan pesan-pesan yang erat akan budaya dan tradisi serta kehadiran sosok Polisi ditengah masyarakat dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi,” harapnya.

Mantan Kapolda Sumatera Utara dan Papua Barat ini mengaku bahwa pembuatan film ternyata tidak muda dan segampang yang dibayangkan.

“Kesan saya selama mengikuti proses pembuatan film ini ternyata tidak mudah dan membutuhkan perjuangan ekstra dan sikap profesoinalitas dari para pemain dan cru pendukung,” katanya.

“Namun saya salut dan mengapresisasi segala upaya dalam proses pembuatan film Si Tikam Polisi Noken ini yang tidak lain juga bertujuan untuk membakar semangat generasi muda Papua bahwa mereka juga bisa menggali potensi yang ada pada diri sendiri dengan menjadi abdi negara,” katanya lagi.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

90 − 80 =