Kelompok Cipayung Papua minta Polisi tegas adili Ambroncius Nababan

Papuaunik – Kelompok Cipayung asal Papua menyoroti tindakan rasis dan SARA yang diduga dilakukan oleh Ambroncius Nababan kepada Natalius Piagai.

Kelompok Cipayung Papua itu, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Kelompok Cipayung Papua mendorong agar pihak kepolisian tegas dalam menangani kasus dugaan rasis. Sebab, tindakan tersebut secara langsung melukai warga Papua.

Ketua HMI Cabang Jayapura, Nawal Kotarumalos, mengatakan tidakan rasis itu telah merendahkan harkat dan martabat orang papua.

“Tindakan rasis yang dilakukan oleh saudara Ambroncius Nababan melalui Facebooknya telah meresahkan rakyat Papua dan merendahkan harkat dan martabat orang papua, dengan menyandangkan foto salah satu tokoh dan anak asli Papua, yakni saudara Natalius Pigai dengan Gorila,” jelasnya saat membacakan poin pernyataan sikap Cipayung Papua sebelum diserahkan kepada Ketua DPR Papua di Gedung DPR Papua, Jumat.

Mengenai upaya proses hukum, dalam poin pernyataan sikap mengatakan apa yang dilakukan Ambroncius Nababan tidaklah mewakili kelompok apapun, suku, agama dan ras, melainkan tindakan perseorangan.

Olehnya itu, Nawal meminta aparat kepolisian agar segera mengambil tindakan hukum atas perbuatan itu untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengambil tindakan hukum atas perbuatan yang dilakukan oleh saudara Ambroncius Nababan untuk diproses secara hukum yang berlaku,” jelasnya.

Guna menghindari adanya tindakan yang tidak diinginkan, dalam pernyataan sikap Cipayung Papua, mengimbau agar masyarakat Papua jangan terprovokasi dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib.

Meski begitu, pihak kepolisian juga diminta agar mengadili kasus rasisme secara transparan. Kemudian meminta kepada Gubernur, DPR dan MRP serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses hukum terhadap Ambroncius Nababan.(Rafiq/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 2 =