Polisi sebut tiga lokasi rawan penyelundupan narkotika di Kota Jayapura

Papuaunik, – Direktur Narkoba Polda Papua Kombespol Alfian S.IK, M.SI menyebutkan tiga lokasi rawan penyelundupan narkotika jenis ganja ataupun jenis lainnya yang menjadi perhatian yakni Dok IX Distrik Jayapura Utara, hingga Argapura dan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Demikian hal ini diungkapkannya dalam dialog interaktif di LPP RRI Nusantara V Jayapura, Kota Jayapura, Kamis pagi dengan mengusung tema pengamanan peredaran narkotika di Provinsi Papua.

“Kami juga memetakan daerah rawan yang menjadi pintu masuknya peredaran barang haram tersebut, yakni melalui jalur udara, pantai dan perbatasan RI-PNG,” katanya dalam dialog di Kota Jayapura, Kamis.

“Untuk jalur udara sendiri biasa melalui jasa pengiriman paket dan pada jalur laut kami masih dapati kapal-kapal kecil di daerah sekitar Dok IX, pantai Hamadi hingga Argapura yang juga merupakan pintu masuknya peredaran narkotika tersebut,” sambungnya.

Dalam dialog yang berdurasi satu jam itu, Kombes Pol Alfian menjadi narasumber bersama Penyuluh Ahli Muda BNNP Papua Penata TK I IIIC. Nurjana, S.Sos juga mengungkapkan sejumlah kasus yang berhasil diungkap oleh Polda Papua.

“Untuk kasus narkotika yang telah kami tangani pada tahun 2019 yakni sebanyak 199 kasus, sedangkan di tahun 2020 sebanyak 288 kasus, sehingga mengalami kenaikan sebanyak 89 kasus atau 44,72 persen,” ungkapnya.

Sementara untuk kasus obat terlarang yakni sebanyak 9 kasus di tahun 2019 dan pada tahun 2020 sebanyak 38 kasus, sehingga terjadi kenaikan sebanyak 29 kasus atau 43 persen.

“Untuk tersangka narkotika sendiri yakni sebanyak 250 orang pada tahun 2019 dan di tahun 2020 sebanyak 336 orang, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 3 persen,” katanya merinci.

Sedangkan untuk barang bukti narkotika yang telah Polda Papua tangani pada tahun 2019 yakni narkotika jenis ganja seberat 43,136 gram dan sabu seberat 6,5 gram .Pada tahun 2020, Polda Papua berhasil mengamankan narkotika jenis ganja ditambah pohon ganja seberat 83,687 gram dan sabu seberat 1.597 gram serta sintetis dextro seberat 74,9 gram, 3.000 butir obat terlarang dan tembakau gorilla seberat 5,5 gram.

“Kalau untuk minuman beralkohol lokal sebanyak 4.589 liter dan obat minuman beralkohol pabrikan sebanyak 6.888 di tahun 2019, dan pada tahun 2020 yakni sebanyak 2.454 liter minuman beralkohol lokal berhasil kami tangani,” sebut Kombes Pol Alfian.

Sementara itu, Nurjanah menjelaskan upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua dalam memberanas peredaran narkotika dengan cara menyampaikan informasi dan edukasi melalui media online, media cetak dan sebagainya tentang betapa berbahayanya efek nakotika bagi penggunanya.

“Kemudian kami juga melakukan upaya bagaimana memberdayakan masyarakat terutama di daerah kawasan rawan narkotika, agar kawasan tersebut terhindar bahaya peredaran narkotika. Ada pun daerah rawan yang telah dipetakan oleh BNN saat ini yakni di sepuataran Hamadi dan Argapura, Kota Jayapura,” sebutnya.

Tentunya pemberantasan narkotika itu, kata dia, bukan hanya menjadi tugas BNN dan Polri, tetapi juga merupakan tugas seluruh elemen masyarakat.

“Untuk itu kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk dapat melaporkan jika terjadi kasus peredaran narkotika di daerahnya. Dengan banyaknya informasi yang disampaikan dari masyarakat kepada kami, tentunya bisa menjadikan kami melakukan begitu banyak upaya-upaya pencegahan maupun penanganan guna emberantas peredaran narkotika di Provinsi Papua,” kata Nurjanah.

Baik Direktur Narkoba Polda Papua dan Penyuluh Ahli muda BNN Papua berpesan kepada seluruh masyarakat di Provinsi Papua untuk bersama memerangi narkotika untuk keluarga, lingkungan dan orang-oran yang kita sayangi.

“Kami sebagai garda terdepan dalam pemberantasan narkoba sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada masyarakat yang telah berani melaporkan tindak pidana narkotika di daerahnya. Kami juga menjaga kerahasiaan dari pelapor tersebut. Mari bersama memberantas peredaran narkotika di Provinsi Papua, demi masa depan generasi muda Papua yang sehat dan bebas dari narkotika,” ajak kedua pejabat itu.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

31 − = 29