PDIP gerakan tanam pohon sagu peringati HUT

Papuaunik, – DPD PDIP Provinsi Papua mencanangkan gerakan tanam pohon sagu diseluruh Bumi Cenderawasih (sebutan lain untuk Provinsi Papua) sebagai bentuk pelestarian dan perlindungan untuk pangan lokal atau pun ketahanan pangan yang terus digaungkan pemerintah.

Ketua DPD PDIP Papua Jhon Wempi Wetipo (JWW) menyebutkan penanaman pohon sagu seluas empat hektar itu menjadi rangkaian gerakan penanaman sejuta pohon di seluruh Indonesia dalam rangkaian HUT ke 48 PDIP.

“Jika dalam 1 hektar ada 400 pohon sagu yang bisa ditanam, berarti jika 4 hektar bisa ditanamn 1.600 hektar,” katanya usai melakukan penanaman pohon sagu di kawasan Pantai Khalkote, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu.

Dalam penanaman pohon sagu itu, nampak hadir Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Yan Yap Ormuseray, para kepala kampung, segenap pengurus DPD PDIP Provinsi Papua, pengurus DPC PDIP Kota Jayapura dan pengurus DPC PDIP Kabupaten Jayapura.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu juga mengatakan pihaknya akan minta dukungan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua dan kabupaten/kota, untuk bersama-sama menyiapkan bibit pohon sagu, untuk ditanam bersama.

“Tanggal 23 Januari akan dilanjutkan kembali gerakan penanaman pohon sagu di Provinsi Papua. Penanaman ini harus mendapat dukungan dari ondoafi, kepala kampung, tokoh adat dan masyarakat setempat, supaya apa yang ditanam hari ini dapat dinikmati oleh generasi ke depan,” jelasnya.

Dikatakan Wempi, gerakan menanam pohon sagu diharapkan dapat menyadarkan semua pihak, agar ada peninggalan untuk anak cucu nantinya.

“Jika tak menanam, nanti hanya tinggal cerita, sehingga kegiatan penanaman diharapkan akan menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat, termasuk menyadarkan pentingnya menjaga ketahanan pangan lokal, ketimbang harus terus membeli di toko,” Wempi menambahkan.

Dalam rangkaian HUT ke 48 PDI Perjuangan, esok hari, Minggu (10/01/2020), PDIP Papua akan membagikan sebanyak 48 tumpeng ke sejumlah tokoh adat, masyarakat dan agama serta stakeholder lainnya. (Dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 46 = 51