Pemuda Adat Papua terbitkan rekomendasi dukung Boy Rafli jadi Kapolri

Papuaunik, – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua menyatakan sikap memberikan dukungan kepada Komjen Pol Boy Rafli Amar yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menjadi Kapolri.

Dukungan yang dibubuhi cap basah dan ditandatangani oleh Ketua DPN Pemuda Adat Papua Jan Christian Arebo SH, MH itu juga diberikan tembusan kepada Presiden Jokowi, Menkopolhukam, Menteri Pertahanan, Ketua DPR RI dan Mentri Sekretaris Negara di Jakarta.

Adapun alasan Pemuda Adat Papua meberikan dukungan kepada alumni Akpol 1988 itu karena melihat dan menilai sejumlah keberhasilan yang dicapai selama menduduki suatu jabatan.

‘Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua memberikan rekomendasi ini dengan mengukur berbagai aspek keberhasilan, antara lain, pertama Bapak Boy Fafli Amar selama menjabat sebagai Kapolda Papua mampu mengadakan
pendekatan kekeluargaan dengn kelompok-kelompok yang berbedah aliran Ideologi, sehingga dapat tercipta masyarakat adat Papua yang aman, damai dalam menjaga NKRI,” kata Arebo.

Kedua, Boy Rafli Amar selalu aktif berkoordinasi dan konsolidasi kepada seluruh organisasi kepemudaan di Provinsi Papua dalam memperkuat persatuan dan kesatuan dalam mendukung Kamtibmas di Provinsi Papua.

Ketiga, sebagai Kapolda Papua, Bapak Boy Rafli Amar berhasil menciptakan kamtibmas, pertumbuhan perekonomi berbasis budaya, sehingga perkembangan ekonomi masyarakat Papua mengalami peningkatan.

Keempat, ada beberapa indikator keberhasilan yang telah dilaksanakan oleh Bapak Boy Rafli Amar di antaranya, trend kejahatan yang cenderung menurun, angka penyelesaian perkara meningkat. Terwujudnya partisipasi masyarakat adat yang semakin membaik dan harmonis. Terwujudnya personil Polri yang taat hukum dan kode etik profesi, sinergisitas antara Polri, TNI, tokoh adat, toko agama, LSM, dan unsur pemerintah pusat dan daerah yang ada di Provinsi Papua. Terpeliharanya nilai-nilai kebangsaan di Provinsi Papua dalam menjaga NKRI.

Kelima, undang-undang otonomi khusus Papua akan berakhir pada tahun 2021,sehingga kami meyakini bahwa Bapak Boy Rafli Amar bisa jadi Kapolri, karena mampu meredam eskalasi politik dan keamanan yang akan terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat, karena terbukti selama menjabat Kapolda Papua telah menyelesaikan berbagai persoalan Keamanan dan
poltik di Papua.

“Demikian isi surat rekomendasi itu dibuat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Surat itu tertanggal 15 Juli 2020,” tutup Arebo.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 6