DPRD Tolikara sebut dana desa dikebiri

Papuaunik, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tolikara menyebutkan bahwa ada dugaan dana desa dikebiri atau dipotong oleh oknum tidak bertanggung jawab, sehingga hal itu akan berdampak pada pembangunan.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Tolikara, Yendiles Africha Towolom mengaku menerima laporan pemotongan dana desa yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di beberapa kampung yang ada di Kabupaten Tolikara.

Sehingga pihaknya berencana mengambil langkah tegas terhadap pencairan dana desa yang diduga terjadi pemotongan.

“Jikalau nanti ada kedapatan pelaku pemotongan dana desa di Tolikara, maka tentunya kami akan bertindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku,” ucap Yendiles kepada wartawan di Jayapura, Selasa melalui telepon selulernya.

Ia meminta kepada pihak terkait yang menangani dana desa agar dapat menjalankanlah tugas sesuai aturan yang ada, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama di kemudian hari.

“Kami minta kepada pihak terkait dalam hal ini pendamping, kepala kampung, dan pihak lainnya, untuk menjalankan tugas dengan baik. Supaya apa yang diharapkan masyarakat terkait dana desa itu bis berjalan dengan baik,” katanya.

Yendiles berharap, para kepala kampung atau desa bisa menggunakan dana desa itu dengan baik untuk memajukan program-program unggulan di kampung masing-masing. Agar kesejahteraan masyarakat itu bisa dapat terwujud, dan dananya juga bisa disaksikan baik oleh masyarakat setempat.

“Jadi harapan ini kami sampaikan. Karena hampir sebagian besar Desa tidak mengelola dananya dengan baik. Sehingga hal itu membuat masyarakat jadi korban, oleh sebab itu pergunakanlah dana desa itu sebaik-baik mungkin,” pesan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Tolikara, Yendiles Africha Towolom.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

89 + = 95