Wali Kota Jayapura : 5.784 orang postif COVID-19

Papuaunik, – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyebutkan sebanyak 5.784 orang yang positif terserang virus corona atau COVID-19 di ibu kota Provinsi Papua itu sejak Maret 2020 hingga November 2020.

“Jumlah data kumulatif positif dari bulan Maret hingga Desember 2020 sebanyak 5.784 orang dengan rincian sembuh 5.156 orang, dirawat 529 orang dan meninggal dunia 99 orang,” katanya rapat kebijakan pencegahan dan penanganan COVID-19 serta Kamtibmas menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 di halaman Balai Kota Jayapura, Jumat.

Rapat ini dihadiri oleh sejumlah kepala OPD dan tamu undangan di antaranya Kapolres Kota Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas, SH, SIK, M.Pd, Wakil Walikota Ir H. Rustan Saru MM, Ketua Pengadilan Klas 1A Jayapura Khamim Tohari, SH, M.Hum, Wakapolresta AKBP Supraptono, S.Sos, M.Si.

Kemudian, Danramil 1701/09 Jayapura Selatan Kapten Inf Anton, Sudrajat, Dankal Kalakay Kapten Laut (P) Hairul Rahman, S.ST, Kabag Hukum Setda Kota Jayapura Maxi Altanay, SH, Kepala Dinas Kesehatan dr. Ni Nyoman Sri Antari, Ketua PGGS Pdt. Dr James Wambrauw, S.Th, Ketua API Jayapura Pdt Jerry Rahakbauw, mewakili Ketua MUI H. Paltino, Ketua PC Muhammadiyah H. Sukaryanto, dan Ketua PCNU Jayapura Muhammad Syaiful.

“Dari jumlah terakhir yang saat ini positif terdapat 529 orang dan dirawat di RS Bhayangkara, RS Dok II, RS Aryoko dan 226 diantaranya dirawat di LPMP Kotaraja serta dirujuk 4 orang,” katanya.

Melihat tingkat kesembuhan cukup tinggi, Benhur Tomi Mano yang akrab disapa BTM menyampaikan rencana bahwa dalam beberapa minggu kedepan tempat perawatan di LPMP akan ditutup.

“Untuk tempat ibadah maupun toko mall besar harus menerapkan protokol kesehatan, tempat ibadah harus diberikan himbauan dan pengawasan ketat serta acara pernikahan juga harus diperketat dengan membatasi undangan yang hadir, selain itu juga acara pernikahan harus ada rekomendasi dari gugus tugas kota Jayapura dan surat ijin keramaian dari Kepolisian,” katanya.

Terkait perayaan Natal dan Tahun Baru, BTM yang juga Ketua Umum klub Sepak Bola Persipura Jayapura itu mengaku tidak akan merayakannya guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

“Selain itu, pada perayaan Natal tahun ini saya tidak open house (menerima tamu) maupun melaksanakan perayaan Natal Pemerintah Kota dan masyarakat, apabila ada kerukunan hendak merayakan harus ada ijin dan dilaksanakan didalam gedung,” katanya.

Ia juga meminta kepada segenap warga di ibu kota Provinsi Papua yang majemuk itu untuk menjaga kerukunan umat beragama dan kenyamaman kamtibmas.

“Dalam bulan Desember 2020 ini saya harapkan tidak ada intoleran di Kota Jayapura, ini merupakan honai kita bersama dan telah terjalin toleransi antar umat beragama sehingga saya berharap kita saling menghargai dan menjaga keharmonisan yang telah kita bangun bersama, kita semua adalah satu dalam Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda namun kita semua tetap satu,” pintanya.

“Saya juga mengajak semua elemen untuk bersama-sama mengawal dan menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Kota Jayapura,” katanya lagi.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 5 =