Uang miliaran rupiah dalam pilkada Mamberamo Raya

Dugaan kasus ‘money politic’ di Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua makin mencuat ke permukaan. Berbagai isu semakin menguat bahwa ada dugaan bahwa salah satu pasangan calon dalam pilkada di daerah itu telah mengucurkan dana miliaran rupiah.

Dana sebanyak itu, diduga untuk meraup suara pada hari H pemungutan suara yakni 9 Desember 2020 di salah satu distrik yang jauh dari ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya, namun berbatasan langsung dengan kabupaten lainnya.

Berdasarkan informasi lapangan yang didapatkan, dana miliaran itu telah diberikan kepada salah satu penyelenggara pemilu tingkat bawah dan juga salah satu aparat pemerintahan kampung.

Bahkan, bukan uang saja yang telah berhamburan di Kabupaten Mamberamo Raya, dugaan soal adanya mobilisasi massa pun ikut tercium dan persoalan ini sampailah ditelinga Bawaslu setempat, apakah hal itu karena laporan atau temuan.

Redaksi Papuaunik.com mencoba konfirmasi dugaan kucuran dana sebanyak itu ke berbagai pihak, namun baru Komisioner Bawaslu Provinsi Papua yang memberikan tanggapan meski tidak menyebutkan pasti soal kasus yang tengah ditelusuri.

“Berkaitan dengan Mamberamo Raya, seperti yang sudah viral beredar baner atau foto-foto itu, berdasarkan laporan maka Bawaslu sudah menindaklanjuti,” kata Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach ketika dihubungi di Kota Jayapura, Minggu (06/12).

Kata dia, Bawaslu Kabupaten Mamberamo Raya sedang menelusuri informasi tersebut dengan melakukan pemanggilan sejumlah pihak guna mengklarifikasi persoalan yang mencuat.

“Tadi informasi dari Mamberamo Raya, bahwa semua sudah dilakukan klarifikasi tinggal ada dua orang yang memang berada di distrik setelah pemanggilan kedua ini belum hadir menyusul dua kali pemanggilan lewat surat yang dilayangkan tidak diindahkan,” katanya.

Untuk itu, lanjut mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Jayapura itu, Bawaslu dan Gakkumdu segera menjemput bola dengan cara mendatangi lokasi kedua orang yang dimaksud, sehingga persoalan yang kini mulai ramai dibicarakan diberbagai kalangan hingga viral di media sosial bisa terungkat dengan jelas.

“Untuk itu besok (Senin), Bawaslu Mamberamo Raya bersama tim Gakkumdu yang melakukan pendampingan atau perbantuan dari dari Gakummdu Provinsi Papua mereka semua akan terbang ke distrik untuk langsung klarifikasi kepada kedua orang tersebut,” katanya enggan menyebutkan nama kedua orang dan distrik yang dimaksud dengan alasan masih dalam proses klarifikasi.

Ronald tidak mau menjelaskan apakah klarifikasi yang akan akan dilakukan itu berkaitan dengan uang miliaran rupiah yang dimaksud.

“Ini kita masih klarifikasi, nanti setelah itu baru bisa diketahui, sebenarnya duduk persoalannya seperti apa. Apakah memenuhi unsur pidana atau lainnya,” kata Ronald.

Rawan Pilkada

Rabu pekan lalu, Wakapolda Papua Brigjen Pol Mathius D. Fakhiri, SIK menyebutkan sejumlah wilayah yang tingkat kerawanannya tinggi pada Pilkada serentak 2020 di 11 Kabupaten Papua.

Dimana hal ini disampaikan oleh mantan Wakapolda Papua Barat itu ketika memberikan pembekalan kepada para Pamatwil di 11 Polres jajaran yang melaksanakan pilkada serentak tahun 2020 yang dihadiri oleh Kakor Polairud Baharkam Polri Irjen Pol Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, M.Hum, Dir Kamneg Baintelkam Polri, Ketua KPU Provinsi Papua dan Komisioner Bawaslu Provinsi Papua beserta PJU Polda Papua.

“Yang pertama yaitu Kabupaten Boven Digoel yang pada saat ini sudah terjadi gangguan kamtibmas, berikutnya Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Mamberamo Raya, Nabire dan Waropen,” katanya di Aula Rupatama Polda Papua.

Sehingga, Mathius meminta kepada para stafnya untuk memperhatikan hal itu dengan seksama dan segera mengambil sikap seperti berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk mewujudkan pilkada yang aman dan sejuk.

“Saya minta para Pamatwil di wilayah tersebut harus lebih aktif berkomunikasi sehingga jalannya pilkada bisa lancar. Para Pamatwil dan Kapolres harus bisa memainkan peran Kepolisian di Wilayah masing-masing,” pinta Mathius.

Logistik pilkada

Sementara itu, komisioner KPU Provinsi Papua Zufri Abubakar menyatakan pendistribusian logistik untuk pilkada di 11 kabupaten sudah berjalan 90 persen.

“Terkecuali satu kabupaten yaitu Boven Digoel yang kemarin terjadi masalah di sana, namun kita tetap berfokus kepada kabupaten lainnya jangan sampai terjadi hal yang sama,” katanya dalam Dialog Interaktif Noken Kita Bersama dengan Tema “Peran Polda Papua Dalam Proses Pendistribusian Logistik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 di 11 Kabupaten” di stasiun TVRI Papua, di Kota Jayapura, Kamis lalu.

Ia menilai bahwa pilkada kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ada pandemi virus corona atau COVID-19, sehingga KPU juga selain mendistribusikan logistik pilkada, harus mendistribusikan logistik APD agar tidak terjadi penyebaran atau cluster baru.

Dalam pendistribusian logistik, Zufri juga menyebtkan bahwa geografis di Papua juga menjadi pertimbangan tersendiri, apalagi cuacanya sering berubah-ubah.

“Dimana saat akan menggunakan pesawat dan helicopte juga harus melihat keadaan cuaca, sehingga kalau tidak cepat digeser logistiknya ini bakal terlambat dan bisa menjadi gesekan,” katanya.

Zufri berpesan apabila pilkada bisa dinamakan aman dan damai jika moral etika kejujuran telah tertanam pada diri masing-masing.

“Selain itu, pentinganya kita untuk tetap menerapkan protokol kesehatan disegala tahapan pilkada dari awal hingga berakhir nanti guna menjadilkan pesta demokrasi di Papua yang sukses terkhusus di 11 Kabupaten dan terbebas dari penyebaran COVID-19,” katanya.

Pilkada di Mambermo Raya diikuti oleh empat pasangan calon bupati dan wakil bupati, mereka adalah Dorinus Dasina-Andris Yosafat, dimana Dorinus merupakan petahana. Lalu Robby Wilson Rumansara-Lukas Janjte Puny, Robby merupakan mantan wakil bupati era Demianus Kyuekyue. Sedangkan dua calon lainnya yakni Kristian Wanimbo-Yonas Tasti dan Jhon Tabo-Ever Mudumi, Jhon merupakan mantan Bupati Tolikara yang kini mencon peruntungan di Mamberamo Raya.

Pesta demokrasi di Kabupaten Mamberamo Raya diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan aman, sehingga bisa melahirkan pemimpin yang amanah dan bisa membangun daerah itu menjadi lebih maju. Semoga money politic sebagaimana disangkakan tidak ada ataupun jika ada, bisa diungkap sehingga pilkada di daerah itu tidak rawan konflik atau berjalan dengan berdarah-darah, karena kepentingan sesaat.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 4 =