Jubir Wantas : itu biaya operasional saksi dan relawan

Papuaunik, – Juru bicara pasangan calon bupati dan wakil bupati Kristian Wanimbo – Yonas Tasti (Wantas), Dino Renyaan membantah telah melakukan politik uang, sebagaimana berita viral dan dugaan yang disebut-sebut oleh pihak penyelenggara.

“Dana tersebut merupakan biaya operasional dan uang saku saksi-saksi. Itupun diserahkan secara resmi di sekertariat tim, bukan di jalan-jalan atau sembunyi, tuduhan itu sangat menyudutkan kami,” kata Dino ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Senin

Dino menerangkan bahwa penyerahan dana operasional dan biaya saksi tersebut dilakukan pada saat jadwal kampanye Wanas di Dapil 1 yakni pada 28 November hingga 5 Desember.

Dimana dana tersebut, diberikan untuk relawan dan saksi-saksi yang bertugas di delapan distrik, khususnya distrik yang jangkauan jauh, seperti Distrik Sawai, Benuki, Mamberamo Hulu hingga Rufaer.

“Apakah kami salah memberikan mereka uang saku dan operasional untuk tim yang akan bertugas mengawal Wantas. Kan tidak mungkin mereka itu jalan tanpa ada uang makan, transportasi. Mereka ini kerja untuk kami, apakah salah kalau kami berikan mereka uang saku?,” kata Dino.

Sementara soal jumlah dana yang disebut-sebut sebesar Rp1 miliar, Dino membantah hal itu, karena penyebutan dana sebesar itu merupakan pembohongan yang sengaja disiarkan oknum-oknum tertentu untuk mencoreng nama baik Wantas.

“Jumlah uangnya bukan Rp1 miliar itu salah besar dan hoax. Uang yang kami serahkan jumlah totalnya Rp550 juta dan sekali lagi itu biaya saksi dan relawan,” tegas Dino.

Ia menyampaikan bahwa penyerahan dana itu hanya terbatas untuk tim Wantas dan tidak melibatkan orang dari luar.

Dino mengaku telah mengklarifikasi langsung kepada Bawaslu Kabupaten Mamberamo Raya termasuk Bawaslu Papua terkait persoalan itu agar nama baik Wantas tidak tercoreng.

“Saya klarifikasi ini, mereka bilang data itu diperoleh dari postingan twiter, sehingga saya sampaikan kepada siapapun yang punya akun medsos itu, tolong diklarifikasi ini karna apa yang disampaikan itu tidak benar,” katanya.

Dino juga membenarkan soal foto penyerangan dana yang dilakukan oleh calon bupati karena itu pertemuan resmi dan dilaksanakan di sekertariat.

“Apalagi penyerahan dana itu masih dalam jadwal kampanye Wantas di Dapil 1 pada 28 November hingga 5 Desember. Dimana pembagian dana itu dilakukan pada 30 November. “ Jadi rangkaian itu masih dalam jadwal kampanye kami,” tegasnya.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

38 − = 36