Bawaslu tindaklanjuti soal dugaan money politik di Mamberamo Raya

Papuaunik, – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mamberamo Raya terus menindaklanjuti soal laporan dugaan ‘money politik’ dalam pilkada di daerah itu.

Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronal Manoach ketika dikonfirmasi di Kota Jayapura, Minggu malam menegaskan bahwa jajarannya telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait dugaan kasus tersebut.

“Berkaitan dengan Mamberamo Raya, seperti yang sudah viral beredar baner atau foto-foto itu, berdasarkan laporan maka Bawaslu sudah menindaklanjuti,” katanya.

Berdasarkan laporan dari Bawaslu Mamberamo Raya, kata dia, tinggal melakukan klarifikasi terhadap dua orang di salah satu distrik yang ada di kabupaten tersebut, menyusul dua kali pemanggilan lewat surat yang dilayangkan tidak diindahkan.

“Tadi informasi dari Mamberamo Raya, bahwa semua sudah dilakukan klarifikasi tinggal ada dua orang yang memang berada di distrik setelah pemanggilan kedua ini belum hadir,” katanya.

“Untuk itu besok, Bawaslu Mamberamo Raya bersama tim Gakkumdu yang melakukan pendampingan atau perbantuan dari dari Gakummdu Provinsi Papua mereka semua akan terbang ke distrik untuk langsung klarifikasi kepada kedua orang tersebut,” katanya enggan menyebutkan nama kedua orang dan distrik yang dimaksud dengan alasan masih dalam proses klarifikasi.

“Proses ini masih berjalan, sehingga kita dari Bawaslu tidak bisa langsung sampaikan secara detail, tapi secara umum sudah ditangani dan masuk masa klarifikasi. Semua sudah dilakukan tinggal dua orang ini, setelah pemanggilan tidak hadir, maka Bawaslu datang kesana. Saya belum boleh sebutkan nama distrik dan nama dua orang tersebut,” katanya.

Ketika coba ditanya apakah dugaan kasus itu berkaitan dengan salah satu pasangan calon atau pun tim sukses, mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Jayapura itu itu menegaskan masih melakukan klarifikasi.

“Ini kita masih klarifikasi, nanti setelah itu baru bisa diketahui, sebenarnya duduk persoalannya seperti apa. Apakah memenuhi unsur pidana atau lainnya,” katanya.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54 + = 63