Stok pangan jelang natal di masa pandemi corona cukup

Papuaunik, – Stok pangan menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ditengah pandemi virus corona atau COVID-19 di Provinsi Papua dinyatakan cukup untuk tiga bulan kedepan.

Demikian hal ini terungkap dalam dialog interaktif yang digelar oleh Polda Papua di Stasiun LPP RRI Pro I Jayapura, Kamis pagi, dalam program Polisi Menyapa, dengan topik “Stok Pangan Jelang Natal di Masa Pandemi COVID-19”.

Hadir sebagai narasumber yakni Kanit I Subdit I Indagsi Dit Reskrimsus Polda Papua AKP Lintong Simanjuntak, Panit IV Indagsi Aipda Antoni Lumban Toruan dan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Papua Herman A. Bleskadit dengan pemandu acara Arull Firmansyah.

Herman mengatakan, terkait dengan hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru, pihaknya sudah mengambil langkah dengan melakukan pertemuan bersama para distributor membahas ketesedian barang atau yang akan didatangkan dari luar Papua.

“Pada prisnsipnya stok yang tersedia masih tercukupi sampai tiga bulan ke depan. Untuk daerah lain juga sudah melaporkan kepada kami bahwa stok bahan pangan masih cukup, maka dari itu Kota Jayapura merupakan entry point harus menyediakan stok yang nantinya akan di distribusikan ke daerah lain di Provinsi Papua,” katanya.

Kata dia, Disperindag Provinsi Papua juga sudah menyiapkan bahan pangan yang akan didatangkan seperti bawang, cabe rawit, cabe besar, dan telur.

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi menjelang H-3, H-2, atau H-1 biasanya stok mulai menipis sehingga terjadi kenaikan harga. Hal tersebut kami lakukan agar stabilitas harga tetap terjaga sambil melakukan kordinasi bersama Satgas Pangan dari Polda Papua untuk memonitor harga bahan pangan di pasaran,” ujarnya.

Para distributor, lanjut dia, harus menyampaikan ketersediaan pangan sesuai dengan data real yang mereka miliki.

“Kami sudah mempunyai tim dan Satgas Pangan dari Polda Papua. Kita akan bersama melakukan pengaturan dan operasi pasar, kami akan melihat dimana bahan yang mengalami kelangkaan kemudian terjadi pelonjakan harga menejelang Natal dan Tahun Baru di masa Pandemi COVID-19, pemerintah sudah menyediakan dana untuk mendatangkan bahan dari distributor di luar Papua agar tidak terjadi kelangkaan dan menjaga stabilitas pasar,” katanya.

Untuk itu, Ia berharap bahwa stok pangan tersedia dan tidak terjadi pelonjak harga, sehingga masyarakat tidak perlu panik untuk membeli barang karena stok barang pada hari besar Natal dan Tahun Baru aman untuk tiga bulan ke depan.

“Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi, dari informasi yang diterima akan di tindak lanjuti kemudian mengambil langkah guna mengantisipasi stabilitas pasar baik itu kelangkaan ataupun pelonjakan harga,” kata Herman.

Sementara itu, AKP Lintong mengatakan terkait Satgas Pangan, Polda Papua juga telah melakukan operasi pasar untuk mengecek harga barang yang ada di pasar-pasar.

“Kami sudah mendata harga barang mulai dari harga barang terndah hingga tertinggi dan ini dilakukan di semua kabupaten di Provinsi Papua, apabila ditemui harga barang melonjak maka akan dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Faktor yang mempengaruhi melonjaknya harga barang tentunya karena kelangkaan barang, kelangkaan barang sendiri terjadi karena stok dari distributor menipis atau bisa saja terjadi penimbunan barang sehingga terjadi kelangkaan.

“Maka dari itu, kami dari Satgas Pangan Polda Papua melakukan operasi pasar untuk mengecek ketersedian baran agar mudah didapatkan oleh masyarakat sehingga stabilitas harga tetap normal,” katanya.

Apabila ada penjual yang melanggar ketentuan seperti penimbunan atau penyimpanan barang bahan pokok dalam jumlah besar, begitu juga menjual barang dalam keadaan rusak atau kedaluawarsa serta menjual barang yang tidak mempunyai ijin bisa terkena UU terkait pangan.

Selain itu, Antoni juga mengatakan bahwa Polda Papua selalu melakukan monitoring terkait ketersediaan bahan pangan.

“Pada prinsipnya sampai dengan hari ini Kamis, 3 Desember 2020 stok bahan pangan masih aman dan mencukupi,” katanya.

Dalam situaisi pandemi COVID-19, masyarakat tentunya akan mengalami kepanikan terkait ketersediaan bahan pangan dan ada upaya untuk membeli barang dalam jumlah besar.

“Sehingga pada kesempatan ini kami mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik karena berdasarkan monitoring tim Stgas Pangan stok barang masih tercukupi sampai tiga bulan ke depan,” imbaunya.

Pada sesi Closing Statement, para Narasumber mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu panik karena berdasarkan Operasi Pasar dan monitoring stok bahan pangan masih tercukupi sampai 3 bulan ke depan, selain itu perlunya partisipasi dari masyarakat untuk memberikan informasi untuk mengambil langkah guna mengantisipasi stabilitas pasar baik itu kelangkaan ataupun pelonjakan harga.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 49 = 51