Kampung Nafri dan Enggros sepakat berdamai

Papuaunik, – Pertikaian antara masyarakat Kampung Nafri dan Kampung Enggros yang terjadi pada 10 September 2020 di Jalan Baru Hamadi – Holtekam, Kota Jayapura, akhirnya sepakat berdamai.

Perdamaian itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara masyarakat Kampung Nafri dan Enggros yang dilaksanakan di Aula Sian Sior, Kantor Walikota yang disaksikan langsung Walikota Jayapura DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH., S.IK., M.Pd dan Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, pada Jumat siang.

Selain itu nampak hadir dalam perdamaian tersebut yakni Kasat Reskrim AKP Komang Yustrio Wirahadi Kusuma, S.IK, Kapolsek Abepura AKP Clief G. Philipus Duwith, SE., S.IK, Danramil Abepura Kapten Inf. Yubelinus Simbiak, KBO Reskrim Iptu Zakruddin, SH, Kanit Resum Ipda Charles, Kadistrik Abepura Dionisius JA Deda, S.Stp, Ondoafi Besar Kampung Tobati dan Enggros Herman Hamadi, Ondoafi Besar Kampung Nafri Daniel Awi Nero, Tokoh Agama Alberth Meraudje, Kepala Suku Itaar Zeht Itaar, Kepala Kampung Nafri Zakarias Hanuebi, serta para tokoh adat kedua kampung.

Walikota Jayapura DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM menyampaikan menyampaikan kepada terima kasih kepada Kapolresta Jayapura Kota atas mediasinya secara bersama-sama hingga ada kesepakatan diantara kedua Kampung Enggros dan Nafri untuk berdamai.

“Pasca kejadian itu kita sempat duduk bersama dilokasi pantai cibery yang dihadiri perwakilan dari kedua belah pihak, dari situlah sudah timbul niat untuk berdamai karena kita semua adalah saudara,” ujarnya.

“Saya minta hari ini terkahir kita duduk disini untuk berdamai, jangan sampai ada masalah lagi dan surat ini adalah surat terakhir karena kita semua hidup damai saling berdampingan.

Saya sangat merespon dan apresiasi bapak kapolresta, beliau adalah anak Port Numbay dan anak adat yang mengerti adat istiadat dan beliau telah banyak membantu masyarakat Kota Jayapura dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, lanjutnya Benhur Tomi Mano.

Sementara itu Kapolresta Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas menyampaikan terima kasih kepada Walikota Jayapura karena ikut mengawasi dan mengawal perkembangan kasus yang ditangani itu dan saat ini akan dilakukan penandatanganan kesepakatan perdamaian bersama antara masyarakat Kampung Nafri dan Enggros.

“Saya harap apa yang akan kita lakukan ini menjadi contoh awal baik dan jangan terulang lagi, dimana setelah kejadian yang lalu beberapa kegiatan penyelidikan dan penyidikan telah dilakukan Polresta dan jajaran serta kita telah lakukan tatap muka dengan beberapa pihak, “ucapnya.

Secara adat, kata dia, pihaknya tidak bisa mencampuri karena Polresta Jayapura Kota sebagai lembaga hukum nasional, sehingga masalah tersebut itu nanti menjadi pembahasan di tingkat adat masing-masing dan untuk dotindaklanjuti.

“Namun untuk menimbulkan efek jera harus terdapat dua hukum yang ditegaskan yaitu hukum nasional dan hukum adat, tetapi tujuan kita hadir disini untuk kita selesaikan secara hukum nasional dan perdamaian adalah keputusan hukum tertinggi untuk menyelesaikan permasalahan ini, “ungkap AKBP Gustav.

Kapolresta menghimbau agar sejak disepakati perdamaian dan sejak hari itu apabila dikemudian hari timbul masalah lainnya, maka itu merupakan masalah oknum dan Polresta Jayapura Kota akan mengambil (proses hukum) oknum tersebut agar tidak mencemarkan nama baik masyarakat adat dan kampung. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =