Penipuan arisan lewat aplikasi WA di Biak mencapai miliaran rupiah

Papuaunik, – Kasus penipuan investasi bermodus arisan lewat aplikasi WhatsApp (Wa) di Kabupaten Biak Numfor mencapai Rp1,3 miliar yang kini ditangani oleh polres setempat.

Kapolres Biak Numfor AKBP Andi Yoseph Enoch membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus penipuan investasi bermodus arisan online atau lewat aplikasi dengan korban sebanyak 22 orang dan total kerugian Rp1,3 miliar

“Jadi, terduga pelaku TA (25) pada 6 September 2020 membentuk arisan online di aplikasi Whatsapp dengan nama “Group Arisan” dan “Group Arisan Khusus” kemudian menjalankan arisan tersebug dengan sistem arisan duet atau tanam modal,” katanya dalam keterangan persnya di Biak, Selasa.

“Dimana ada member yang bersedia sebagai penginvestasi modal kepada pelaku TA yang membuat group WhatsApp baru yang anggotanya hanya terdiri dari dirinya (TA), penginvest atau pemodal dan peminjam untuk berkomunikasi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan,” lanjutnyam

Awal pertama dibentuk grup tersebut, kata dia, berjalan lancar dimana para penginvest atau pemodal mendapatkan keuntungan berupa modal uang pokok dan bunganya dan admin yang dibebankan pada penginvest serta peminjam.

Namun, pertengahan September 2020 para penginvest atau pemodal mengeluh uang mereka sudah jatuh tempo pengembaliannya namun belum dikembalikan oleh peminjam melalui admin.

“Dan ketika dikonfirmasi kepada admin (TA), selalu mengatakan belum dikembalikan oleh peminjam. Sehingga para korban melapor ke Mapolres Biak Numfor untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu unit handphone merek Iphone, tiga rekening bank, buku catatan, rekening koran dari para korban dan tangkapan gambar percakapan TA dengan para korban.

“Langkah-langkah kepolisian yang dilakukan yakni menerima laporan, memeriksa, saksi dan para korban, mengamankan barang bukti, melakukan penyelidikan dam penyidikan. Kasus ini masih dalam penanganan Satuan Reskrim Polres Biak Numfor,” kata Enoch.

Berkaitan dengan hal ini, secara terpisah Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan kasus ini, berkaitan dengan menghimpun dana dari masyarakat atau arisan online.

“Pelapornya atas nama Ibu Maria Baba dengan pelaku berinisial TA (25), Saat ini korban yang sudah diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim Polres Biak Numfor kurang lebih ada 22 orang, kemungkinan korban yang belum melapor masih banyak, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 1.379.150.000,” katanya.

Para korban kebanyakan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan pengusaha yang berdomisili di Biak dan bahkan sebagian ada yang berada di luar Kabupaten Biak Numfor.

“Setorannya bervariasi ada yang menyetor puluhan juta sampai ratusan juta bahkan ada yang menyetor kurang lebih Rp500 juta, dan para korban menyetorkan dananya secara bertahap. Semisal penyetoran pertama Rp10 juta dan pelaku TA akan mengembalikan Rp15 juta bersama bunganya. Namun pada pembayaran yang berikutnya mulai macet,” katanya.

Dalam jangka waktu satu bulan pelaku sudah mendapatkan Rp1,3 miliar dari para korban. Kni pelaku masih melaksanakan karantina mandiri, sambil menunggu hasil swab.

“Dihimbau kepada masyarakat untuk tidak secara mudah tergiur dengan bisnis serupa dengan iming-iming mendapatkan bunga atau keuntungan yang besar,” katanya.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 46 UU Nomor 10 tahun 1998 perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan diancam pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar rupiah.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

97 − 91 =