Menangkal COVID-19 melalui masker

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, momentum akbar yang diperingati pada 12 November,tiap tahun itu lebih pada menyeruhkan pencegahan penanganan Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua memanfaatkan HKN ke-56 tahun ini untuk mengampanyekan pencegahan virus corona melalui masker. Sebelum, peringatan hari bersejarah di bidang kesehatan itu, Dinkes Papua meminta masing-masing kabupaten/kota yang ada di provinsi itu, mendistribusikan masker secara gratis kepada masyarakat kecil. Dinkes Papua juga berupaya menyediakan 10500 masker untuk dibagikan khususnya kepada warga di Kota Jayapura.

Masker menjadi pilihan utama untuk menangkal COVID-19 setelah mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menjaga jarak dari kerumunan orang banyak. Masker juga merupakan salah satu alat pelindung diri yang penting digunakan selama pandemi Covid-19 sebab virus corona yang menular lewat percikan air liur memang bisa dihalau lewat penggunaan penutup hidung dan mulut itu.

Sebanyak 10500 masker yang disiapkan untuk dibagikan secara gratis kepada warga di Kota Jayapura itu, dibagikan sebelum peringatan HKN, setelah peringatan, hingga masker itu habis didistribusikan. Kota Jayapura mendapat jatah ribuan masker karena saban hari jumlah kasus di kota itu terus meningkat.

Selain itu, kebanyakan masyarakat kecil seperti pedagang di pasar kesulitan membeli masker lantaran mahal akibat pandemi virus mematikan ini. Kemahalan masker seperti yang dirasakan Amir, salah satu pedagang jeruk di Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan.

Amir merasa bahagia karena kebagian masker secara gratis dari petugas Dinas Kesehatan Papua,Rabu (11/11) siang. Selama ini Amir kesulitan membeli masker untuk dipakai guna mencegah virus corona lantaran harganya mahal,harga aceran masker yang dijual di apotik seharga Rp5.000 satu helai.

Lantaran mahal, Amir jarang memakai masker. Ketika diberi masker, Amir merasa senang dan bersyukur. Dia mengaku masker itu bisa membantu. Masker itu melindungi dirinya ketika berbicara dengan para pembeli. Selain itu, melindungi pribadinya, tapi juga melindungi keluarganya.

Pemerintah mewajibkan protokol kesehatan wajib memakai masker, jaga jarak lalu mencuci tangan pakai sabun, tetapi dilapangan berat,bagi masyarakat lemah, mereka kesulitan membeli masker.

Ketua Panitia Peringatan HKN ke-56 Dinkes Papua, Lesman Tabuni mengatakan, pihaknya mengadakan ribuan masker untuk dibagikan karena masyarakat kesulitan membeli masker. Disatu sisi, pemerintah menegaskan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan, tetapi disisi lain mereka kesulitan mendapatkan masker.

“Masyarakat kami memang tidak ada uang untuk membeli masker setiap hari, sehingga tingkat kesulitasn masyarakat untuk memakai masker agak sulit, mereka mau beli dengan apa begitu,” ujarnya.

Untuk itu,pihaknya mengadakan masker itu dan dibagi secara gratis kepada masyarakat sejak Rabu (11/11). Diharapkan, seluruh masyarakat harus menerima. Dipastikan masyarakat menerima karena ketakutan terhadap COVID-19.

“Mereka mau membeli masker tetapi tidak ada uang. Faktor-faktor ini menyebabkan Kepala Dinas Kesehatan membijaki pengadaan masker sebanyak 10500 masker untuk dibagikan secara gratis,” ujarnya.

10500 masker ini dibagikan selama Rabu-Kamis (11-12/11) dan selanjutnya hingga masker itu habis terbagi ke masyarakat yang membutuhkan. Pendistribusian masker ini juga akan di distribusikan ke gereja-gereja, kemudian di komunitas masyarakat yang membtuhkan.

Pendistribusian masker ini lebih diprioritaskan pada pedagang kecil di pasar dan masyarakat lemah, tak mampu membeli masker. Sejumlah titik pendistribusian masker di Kota Jayapura di antaranya di pompa bensin ale-ale Padang Bulan Abepura, Lingkaran Abepura, Pasar Yotefa, Jembatan Youtefa, Taman Imbi Jayapura dan dok V Jayapura.

Peringatan HKN ke-56 tahun ini di Papua dilakukan secara sederhana dengan cara apel bersama. Dinkes provinsi setempat memperingati HKN di ruang Aula One Wakur di Kantor Dinas Kesehatan provinsi tersebut. Jumlah orang yang hadir, dibatasi yakni sekitar 30 sampai 50 orang.

Peserta yang hadir yakni dari perwakilan rumah sakit baik swasta maupun rumah sakit milik pemerintah. Kegiatan itu juga dihadiri oleh pegiat kesehatan yang ada di wilayah tersebut. Apel sederhana itu dilangsungkan didalam ruangan guna mematuhi protokol kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Ary Pongtiku menyebutkan pihaknya membagikan 10500 masker secara gratis kepada masyarakat di Kota Jayapura, guna pencegahan penyebaran COVID-19 di kota tersebut. Pendistribusian masker itu juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 yang jatuh pada 12 November.

“Hari ini kita membagi masker di Kota Jayapura dan juga di kabupaten yang ada di Papua. Khusus untuk Kota Jayapura, kita siapkan 10500 masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Jayapura mendapat jatah masker lebih banyak masker karena jumlah kasusnya lebih tinggi di Papua,” katanya.

Sesuai data Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua mendata hingga Rabu (18/11) jumlah kasus COVID-19 di Kota Jayapura sebanyak 5.348 orang yang terkonfirmasi terpapar virus corona. Pada Rabu itu, 40 orang dinyatakan sembuh dari virus corona setelah menjalani perawatan.

Selain pembagian masker, juga pembagian flayer/liflet yang berisi pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat. Pembagian masker lebih difokuskan di Kota Jayapura lantaran kasus COVID-19 terbanyak di Papua. Selain di Kota Jayapura, kabupaten lainnya juga merayakan Hari Kesehatan Nasional tahun ini dengan mengampanyekan protokol kesehatan, gaya hidup sehat dan membagikan masker dalam rangka mewujudkan tekad Indonesia sehat.

Hari Kesehatan Nasional, 12 November tahun ini mengusung tema satukan tekad menuju Indonesia sehat. Sub tema yang dipakai di HKN tahun ini yakni jaga diri, jaga kesehatan masyarakat, selamatkan bangsa dari pandemi COVID-19.

Melalui HKN kali ini, Ary menyarankan masyarakat di wilayahnya tetap menjaga kesehatan dengan menaati protokol kesehatan. Gubernur Lukas Enembe menyerukan slogan pencegahan COVID dengan dialeg darahnya yakni “saya jaga ko, ko jaga saya, kita jaga Papua.” (Miosindi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

77 − = 70