Pemkab Puncak kembali beli sayur dari masyarakat gunakan dana Otsus

Papuaunik, –  Warga Kabupaten Puncak Papua kembali gembira, dimasa pandemi COVID-19 ini.

Jika selama ini mereka kesulitan untuk menjual hasil kebunnya, karena pembatasan sosial, membuat pasar-pasar menjadi sunyi, namun kali ini mereka mulai gembira, lantaran hasil kebun mereka, berupa sayur-mayur dan buah-buahan segar tanpa pupuk, mulai dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Papua, melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Perdagangan dan koperasi (Disnakerperindagkop) bekerja sama dengan BUMD Puncak Papua Mandiri, dengan bantuan dana Otsus 2020.

Kegiatan pembelian hasil kebun masyarakat ini, dihadiri oleh Sekda Puncak Papua Drs, Abraham Bisay, mewakili Bupati Puncak, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Kadisnakerperindagkop) Naftali Hagawal,SE dan pimpinan BUMD Puncak Papua Mandiri, dan beberapa pimpinan OPD, dan kepala distrik, serta masyarakat, di halaman Kantor Distrik Ilaga, pada Rabu.

Program pembelian sayur-mayur ini, merupakan salah satu program unggulan Bupati Puncak Papua Willem Wandik dan Wakil Bupati Pelinus Balinal, yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu, menggunakan dana Otsus, tujuannya agar masyarakat memiliki penghasilan, apalagi di saat kondisi virus corona seperti ini, dimana hasil kebun dari masyarakat berlimpah, namun masyarakat kesulitan di pemasaran, sehingga pemerintah berkewajiban untuk membantu masyarakat.

Kadisnakerperindagkop Naftali Hagawal,SE mengatakan program pembelian sayur untuk tahun 2020, pihaknya sudah mengatur jadwal secara baik, dimana akan jadwal  khusus pembelian sayur-mayur ini, akan dibeli dari warga masyarakat diawali di dua distrik terlebih dahulu yaitu Distrik Beoga dan Ilaga, dan dalam satu minggu, akan tiga kali dibeli oleh masyarakat juga tiga kali dalam jadwal pengangkutan menggunakan pesawat ke Kabupaten Mimika, sebagai daerah pasaran.

Sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan dari BUMD Puncak Papua mandiri, dimana jadwal pembelian komoditi hasil bumi dari masyarakat untuk wilayah Ilaga, ditetapkan tiga hari, yaitu Senin, Rabu dan Kamis, sementara Distrik Beoga jadwal pembelian yaitu Selasa dan jumat, Sabtu, sementara jadwal angkutan menggunakan pesawat menuju Timika, yaitu Distrik Ilaga pada Selasa, Kamis dan Jumat, sementara angkutan di Distrik Beoga ke Timika, yaitu Senin, Rabu dan Sabtu.

“Kita sudah atur jadwal, pesawat akan angkot dalam satu minggu tiga kali dari Beoga ke Timika dan dari Ilaga ke Timika,kita kerja sama dengan BUMD Puncak dan beberapa perusahan penerbangan yang selama ini melayani penerbangan di kabupaten Puncak,semacam tanggungjawab social kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Naftali, program ini dibiayai dengan dana Otsus 2020, untuk  Distrik Ilaga akan ada Rp1 miliar yang digunakan membeli komoditi kebun dari masyarakat, karena di Ilaga ada beberapa distrik terdekat, diantaranya Gome, Ilaga Utara, sementara di Distrik Beoga akan berputar dana sebesar Rp,700 juta.

Kata Naftali, program ini juga secara tidak langsung mengajak masyarakat Puncak untuk kembali ke budaya berkebun, karena sumber utama di kabupaten Puncak, lebih pada hasil kebun.

Sementara itu dari pihak BUMD Puncak Papua Mandiri Ibu Kartika Dewi mengatakan pihaknya akan membeli komoditi hasil bumi dari masyarakat di kabupaten Puncak, dalam hitungan kilogram, selanjutnya hasil kebun ini akan dipasarkan sementara di wilayah Timika, dipasar, dan hotel, harga jualnya akan disamakan dengan harga pasar di Kabupaten Mimika, yang utama dari kegiatan ini, lebih pada tanggungjawab corporate social responsibility (CSR) atau tanggungjawab social namun ada system bisninya juga.(Diskominfo Kabupaten Puncak Papua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

81 − 72 =