Joy sailing, Danlantamal X Jayapura dan Yan Mandenas keliling Teluk Yos Sadarso

Papuaunik, – Komandan Lantamal (Danlantamal) X Jayapura Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho mengajak anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas melakukan pelayaran singkat menggunakan alutsisista Kapal Angkatan Laut (KAL) Piton III-10-19 mengelilingi perairan teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Papua, Kamis siang.

Dengan mengajak joy sailing anggota Komisi I DPRI RI yang sedang masa reses ini, Danlantamal X ingin menunjukan kemampuan alutsista yang dimiliki Satrol Lantamal X sekaligus memberikan gambaran tentang tugas pokok, wilayah kerja dan kendala yang dihadapi dalam menjaga kedaulatan NKRI, khususnya wilayah perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini (PNG).

Disela-sela pelayaran tersebut Laksma Yeheskiel menjelaskan kepada Yan Mandenas bahwa Lantamal X secara rutin melakukan patroli disepanjang wilayah perairan yang menjadi tanggung jawab Lantamal X guna mencegah dan masuknya ancaman dari luar khususnya adanya kegiatan illegal di laut.

“Kita terus bersinergi dengan 3 matra TNI, untuk mencegah adanya gangguan-gangguan dari negara tetangga, terlebih semakin maraknya perdagangan illegal seperti narkotika jenis ganja yang kian marak masuk dari negara Papua New Guine,” kata Danlantamal X.

Dijelaskannya pula bahwa dengan luasnya lingkup kerja yang diemban Lantamal X, selain kebutuhan alutsista baru, diperlukan pula penambahan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) dan Pos Pengamatan Angkatan Laut (Posal) dalam mengcover pengamanan perairan yang menjadi tugas Lantamal X.

“Sejauh ini baru ada 5 pos pengamatan Angkatan Laut dan Lanal baru ada 1 serta saat ini ada 2 unit Lanal persiapan, sehingga kekuatan pasukan masih minim.”, terang abituren AAL 90 ini.

“Dengan kondisi yang ada kita terus berupaya memaksimalkan pengamanan laut. Dengan 2 armada kapal patroli, anggota terus melakukan operasi.”, tambahnya.

Danlantamal X berkeyakinan Kedepan akan ada peremajaan alutsista yang dimiliki Lantamal X.

“Kita berharap dengan kunjungan Anggota Komisi I DPR RI, bisa mendorong moderenisasi alutsista kita. Karena, walau kita bertugas di daerah, kita tentunya berkewajiban menjaga kewibawaaan negara.”, harapnya.

Sementara itu di depan para wartawan yang juga on board di kapal, setelah mendengar penjelasan oleh Danlantamal X, Yan Permenas Mendenas yang merupakan anggota DPR RI Dapil Papua ini mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi alutsista yang dipunyai Lantamal X.

“Kita baru saja mengecek langsung alutsista milik Lantamal X, khususnya kapal patroli yang mereka miliki.”, ujar Yan Mandenas mengawali tanggapannya.

“Jadi dari pengecekan tadi, alutsista yang mereka miliki bisa dikatakan sangat jauh dari ideal, seperti kapal patroli yang kita gunakan tadi, itu kapal tahun 2004 bahkan ada yang lebih tua dari ini.”, ujarnya.

Menurut Yan Mandenas, Komisi I akan terus mendorong memodernisasi seluruh alutsista yang dimiliki TNI mulai dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang bertugas di wilayah Papua, terlebih khusus di wilayah terpencil, terdepan dan terluar (3T).

Hal itu dinilai oleh Yan Mandenas, lantaran melihat letak geografis Papua yang berdekatan dengan negara-negara tetangga Indonesia, khususnya negara-negara Pasifik.

“Jangan sampai kekurangan alutsista kita menjadi kelebihan bagi negara-negara Pasifik. Kalau bisa, kelebihan kita menjadi manfaat bagi mereka dalam rangka mendorong kerja sama bilateral antar negara.”, sambungnya.

Yan Mandenas menilai Papua merupakan salah satu daerah penyangga dalam sisi pertahanan Indonesia, khususnya terhadap persaingan antara Amerika dan China di kawasan Pasifik.

“Daerah perbatasan kita di Papua dengan Negara PNG sejauh ini masih terbuka. Saya pikir kedepan harus kita benahi oleh pemerintah pusat, kalau ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka tidak akan muncul diplomasi pertahanan kita dengan negara Pasifik,” tegas Yan Mandenas.

Yan Mandenas yang merupakan anggota Fraksi Gerindra itu berharap, negara hadir di Papua dalam rangka menjaga kedaulatannya, ketika mulai munculnya ancaman dari negara-negara luar.

“Idealnya, sarana dan prasarana dan alutsista kita harus mempuni, lalu di imbangi dengan kegiatan-kegiatan terukur seperti patroli darat, laut dan udara.”, pintanya.

“Jadi kedepan Grand Design pertahanan kita harus menjadi prioritas pembenahan, khususnya di wilayah yang berbatasan dengan negara luar,” pungkasnya.

Hadir pada kegiatan kunjungan kerja reses Anggota DPR RI Komisi I, Danlanud Silas Papare, tersebut Wakil Komandan Lantamal X, Asisten Operasi Danlantamal X, Asisten Intelijen Danlantamal X, Pjs Dansatrol Lantamal X.(Dispen Lantama X Jayapura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + = 7