Diskusi 20 tahun Otsus oleh LPRI Papua hasilkan sejumlah hal

Papuaunik – Diskusi kajian implementasi UU Otonomi Khusus (Otsus) selama 20 tahun di Provinsi Papua yang digelar oleh DPD Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Provinsi Papua di Kota Jayapura, pada Senin (12/10/2020) menghasilkan sejumlah hal, di antaranya :

  1. Alur aliran dana Otsus,
  2. Penggunaan dana Otsus selama 20 tahun berjalan di provinsi, kabupaten dan kota di Papua,
  3. Harus ada Direktorat Jendral Otonomi Khusus di Pusat yang mengawasi alur dana Otsus,
  4. Draft UU Otsus yang baru mesti dibahas guna keberlanjutan Otsus,
  5. HasiL evaluasi para keala daerah Tabi Saireri harus jadi masukan penting,
  6. Otsus banyak membantu orang asli Papua,
  7. Otsus mesti transparan supaya elektabilotasnya jelas, resapan dipecah dalam bentuk apa,
  8. Otsus itu bantuan pemerintah pusat (Negara) kepada Provinsi Papua,
  9. Otsus itu produk hukum yang di kemas dalam UU 21 Tahun 2001 tentang status otonomi khusus Provinsi Papua kalau tolak Otsus berarti tolak UU 21 tahun 2001,
  10. Otsus harus tetap dikontrol juga dikawal,
  11. Papua menggunakan UU apa atau UU tentang pemerintah daerah Papua dan diberkakukan dimana saja wilayah administrasi pemerintahannya,
  12. Tokoh pemuda mempertanyakan SK 14 Kursi Adat (Kursi Otsus Papua) kursi tambahan di DPRP kalau sudah ada didorong untuk supaya masa kerjanya sesuai waktu,
  13. Audit dana Otsus selama di berlakukannya. Dana Otsus katanya setiap tahun ada evaLuasi Juga audit dana Otsus edukasi kepada masyarakat ini yang perlu dilihat.

Ketua DPD LPRI Provinsi Papua Elisa Bouway SH mengatakan 13 item di antaranya itu merupakan hasil diskusi kajian 20 tahun Otsus di Papua yang dihadiri oleh para tokoh muda, adat, agama, akademisi hingga perwakilan OKP.

“Di antaranya para tokoh agama yang hadir dan diundang adalah Pdt MPA Mauri Ketua PGPI Papua, Pdt Albert Yoku Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt Naftali Modouw Ketua PGGJ Kabupaten Jayapura, lalu akademisi yaitu Bapak Septinus Saa,” katany

Sementara, untuk tokoh pemuda yakni Ketua Gapura Papua Bung Jack Puraro, Roxie Yaung Ketua Patelki Kabupaten Jayapura, serta tokoh pemuda lainnya baik antar OKP yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura maupun Keerom dan sekitarnya yang berorietasi di Provinsi Papua.

“Karena masih memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, maka para peserta yang kami undang dan hadir sangat terbatas, hanya 35 orang, di antaranya seperti saya sebutkan di atas,” katanya.

Elisa mengaku kegiatan serupa akan diagendakan untuk dilakukan dibeberapa tempat atau lokasi, hanya akan disesuaikan dengan situasi terkini, yang masih berkutat dengan pandemi corona.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

84 − 77 =