TGPF sebut KKB pelaku utama penyerangan rombongan di Sugapa

Papuaunik, – Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) ) Intan Jaya, Sugeng Purnomo menyebut pelaku utama penyerangan rombongan rekan mereka di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Jumat sore tidak lain adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setempat.

“Catatan penting bahwa tim turun ke Intan Jaya dikawal ketat aparat keamanan, pertanyaannya jika tim berangkat untuk ungkap fakta dan dilakukan penembakan. Saya pastikan ini dilakukan oleh kelompok KKB,” kata Sugeng saat memberi keterangan pers bersama TPGF tim 2, di Swisbel Hotel, Kota Jayapura, Jumat petang.

Ia mengaku hingga kini pihaknya masih konsetrasi penyelamatan para korban dalam insiden penyerangan yang terjadi di Intan Jaya.

“Kita masih fokus pada tindakan penyelamatan terhadap korban dari penembakan itu,” katanya.

Apakah rombongan TGPF di Intan Jaya akan tetap berada di sana ataukah akan kembali ke Mimika, Sugeng mengaku saat ini belum ada komunikasi lanjutan.

“Saya belum bisa pastikan apakah tim masih stay di Intan Jaya, karena hingga kini kita masih terus lakukan komunikasi,” katanya.

Ia kembali menjelaskan kehadiran TGPF di Intan Jaya untuk melakukan investigasi terhadap sejumlah kejadian sepanjang September 2020. Dimana semua informasi serta data yang diperoleh di lapangan dilaporkan langsung kepada Menkopolhukam.

“Tim yang turun ini bersifat netral dan bukan tim pro justicia. Kita tergabung dari beberapa unsur, yang mestinya semua pihak bisa menerima itu,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa tim yang saat ini berada di Intan Jaya bertugas mencari data yang dipimpin oleh Benny Mamoto, dengan harapan dapat bertemu dengan banyak pihak yang bisa menceritakan terjadinya kekerasan atas penembakan bulan September 2020

Demikian halnya dengan tim yang saat ini berada di Jayapura, yang dipimpin olehnya, juga melakukan hal yang sama berupa pertemuan dengan aparat keamanan baik Polda dan Kodam, Pemerintah, Tokoh Adat termasuk tokoh gereja.

“Nah data yang diperoleh inilah yang selanjutnya akan disandingkan, sehingga ada kesimpulan kerja tim dan saran yang mungkin akan di susun bersama,” katanya.

Hanya saja, dengan adanya insiden penyerangan ini, kata Sugeng, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah selanjutnya.

“Yang jelas kami terus bersemangat dan bekerja untuk mengungkap kebenaran yang terjadi. Meskipun saat tim yang turun lapangan ini mendapat gangguan, penghadangan hingga menyebabkan salah satu tim dan anggota tertembak,” kata Sugeng.

Saat disinggung apakah TGPF ini mengagendakan pertemuan dengan kelompok KKB? Hal tersebut mustahil dilakukan, apalagi dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Jika saat bekerja tim sudah ganggu, maka apakah mungkin tim bisa bertemu dengan KKB? Kita Ini bekerja untuk ungkap fakta, ternyata ada pihak yang sudah melakukan penyerangan, penghadangan dan bahkan penembakan,” jelasnya.

TGPF sendiri kata Sugeng, tidak pernah membatasi jika memang akan ada pertemuan dengan kelompok manapun.

“ Kami ingin bertemu semua pihak yang bisa memberikan keterangan dan penjelasan bahwa fakta itu benar-benar bisa diambil kesimpulan untuk mengungkap kebenaran. Kita tidak pernah membatasi, tapi faktanya tim bekerjapun sudah dilakukan penyerangan, jadi ini saja sudah bisa dipahami,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam perjalanan kembali ke Sugapa dari Distrik Hitadipa, rombongan TGPF di serang dengan tembakan dari sisi kanan dan kiri .
Penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 15.40 WIT di Kampung Mamba Bawah atau sekitar 4-5 Kilometer dari Ibu Kota Intan Jaya, Sugapa.

Akibat penyerangan itu, salah seorang dari rombongan TGPF, Bambang Purwoko mengalami luka tembak di kaki kiri. Korban merupakan dosen Fisip Universitas Gajah Mada yang memiliki pengalaman melakukan penelitian di wilayah Papua dan Papua Barat.

Korban lainnya, Sertu Faisal yang merupakan Anggota Waltus Pos Koramil Persiapan Hitadipa juga mengalami luka tembak di pinggul kiri.

“Kedua korban sekarang ini di rawat di puskesmas Sugapa, untuk selanjutnya di upayakan untuk evakuasi ke Timika besok,” katanya.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

68 − = 61