Ombeng, penjual narkotika antar provinsi ditangkap polisi di Bandara Sentani

Papuaunik, – ALT alias Ombeng (41), penjual narkotika jenis sabu antar provinsi akhirnya ditangkap aparat Resnarkoba Polda Papua ketika tiba di ruang kedatangan Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Kamis sore sekitar pukul 16.25 WIT.

“Tadi sore telah dilakukan penangkapan kepada pelaku penyalagunaan narkotika jenis sabu dengan inisial ALT alias Ombeng,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal di Kota Jayapura, Kamis petang.

Kronologis penangkapan itu berawal Tim Opsnal Subdit II Dit Resnarkoba Polda Papua mendapat laporan masyarakat bahwa ada seseorang yang sering menjual narkotika jenis sabu antar Provinsi.

Berdasarkan laporan tersebut Tim Opsnal Subdit II Dit Resnarkoba Polda Papua kemudian menuju ke Kabupaten Jayapura untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

“Tim Opsnal Subdit II Dit Resnarkoba Polda Papua tiba di Bandara Udara Sentani Kabupaten Jayapura kemudian melakukan pemantauan di sekitaran ruang kedatangan Bandara Sentani, kemudian melihat pelaku dan melakukan penangkapan,” katanya.

Selanjutnya dielakukan penggeledahan terhadap pelaku dan anggota berhasil menemukan barang bukti sabu yang disembunyikan di dalam lidah sepatu warna coklat merk Kickkers sebanyak empat paket plastik bening ukuran besar yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dan satu paket plastik bening ukuran sedang yang diduga berisikan narkotika jenis sabu.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku mengaku masih ada barang bukti yang belum diambil disalah satu tempat pengiriman barang dan jasa di Sentani,” katanya.

Sehingga, kata dia, tim berkoordinasi dengan pihak pengiriman barang dan jasa tersebut kemudian mengamankan satu paket kiriman. Setelah dibuka berisikan sepatu kets warna putih merk Nike dan di dalam lidah sepatu tersebut diemukan masing-masing sepatu kiri dan kanan sebanyak satu paket ukuran besar yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dan satu paket ukuran besar yang diduga berisikan narkotika jenis sabu.

“Pelaku dan barang bukti lalu diamankan ke Kantor Dit Resnarkoba Polda Papua guna proses lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar,” katanya.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 4 =