ULMWP kehilangan momentum perjuangan Papua merdeka

United Liberations Movement of West Papua (ULMWP) sedang sekarat dan akan kehilangan otoritas, sebab sebagian rakyat Papua yang menginginkan kemerdekaan Papua Barat telah dibohongi oleh tokoh-tokoh sentral ULMWP yaitu tuan Benny Wenda, sebab selama ini perjuangan ULMWP diluar negeri tak ada hasilnya, petisi 1,8 juta jiwa yang di klaim oleh Benny Wenda untuk mendukung kemerdekaan Papua ternyata bohong, pembentukan West Papua Army (WPA) oleh ULMWP tak ada taringnya alias ompong sebab WPA tidak memiliki pasukan dan persenjataan seperti halnya TPN PB OPM yang beroperasi di hutan-hutan belantara Papua.

Kekuatan ULMWP dari sisi diplomasi juga semakin berkurang, sebab mereka hanya didukung oleh negara Vanuatu, sedangkan beberapa negara di kawasan Pasifik terfokus kepada isu pandemic COVID-19 yang sedang mengglobal, hal ini yang mejadi alasan krusial mengapa beberapa negara di kawasan pasifik kurang berminat terhadap isu-isu pelanggaran HAM dan Referendum yang di suarakan oleh kelompok-kelompok yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan Indonesia. Dalam UNGA PBB 2020 diplomat ULMWP tak mampu berdiplomasi dengan leluasa, harapan mereka terhadap Vanuatu justru dimentalkan oleh diplomat pemberani asal Indonesia Silvany Austin Pasaribu.

Beberapa negara di kawasan Pasifik sebenarnya harus meneladani dan mengambil contoh dari negara Solomon Island yang telah melakukan kerjasama dengan Indonesia untuk membangun venue olahraga Pasific Games 2023. National Hosting Authority Represent of Solomon Island secara resmi menunjuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) asal Indonesia sebagai Kontraktor pembangunan Multipurpose Sport Complex di Kepulauan Solomon untuk perhelatan Pekan Olahraga Pasifik Games 2023 , hal ini tentu merupakan kebanggaan rakyat Solomon Island.

Negara-negara di kawasan Pasifik seperti Solomon Island, New Zealand, Australia, dan Papua New Guinea (PNG) telah bekerja sama di berbagai sektor dengan Indonesia, sehingga ada kemajuan dalam bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, industri dan lain-lain.

Hal-hal ini tentu membuat United Liberations Movement of West Papua (ULMWP) dan berbagai sayap pendukungnya semakin kehilangan momentum perjuangan referendum Papua Barat, tentunya seiring berjalannya waktu ULMWP akan kehilangan kepercayaan beberapa kelompok rakyat di Papua yang mendukung kemerdekaan Papua. Rakyat di Papua semakin sadar dengan berbagai perjuangan ULMWP yang tak menentu arahnya, perjuangan di dalam negeri sendiri juga seakan tak berpengaruh untuk menggugah hati rakyat Papua untuk memilih referendum sebagai solusi kesejateraan, perjuangan dalam negeri yang di lakukan oleh tokoh-tokoh ULMWP di dalam negeri tidak terlalu berpengaruh, misalnya opini-opini politik yang di suarakan oleh Pdt Socrates Sofyan Yoman yang mengandung unsur ujaran kebencian , dan mengajak umatnya untuk membenci orang lain seakan bertolak belakang dengan ajaran firman Tuhan dan ajaran kitab suci Alkitab tentu hal ini akan menghilangkan kepercayaan umat terhadap Pdt Socrates Sofyan Yoman, hal-hal seperti ini dengan jelas telah menghilangkan roh perjuangan ULMWP di Papua dan luar negeri.

ULMWP telah kehilangan momentum perjuangan Papua Merdeka, dan momentum tersebut akan terjadi terus-menerus sehingga menjadi alur untuk kejatuhan ULMWP.

Good Bye ULMWP

Oleh: Ali Kabiay Wanggai

Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

60 − = 54