Ketua KPU Yahukimo : tudingan pemerkosaan itu tidak benar

Papuaunik, – Ketua KPU Kabupaten Yahukimo Yesaya Magayang mengatakan tudingan pemerkosaan sebagaimana diunggah di media sosial dan menjadi viral, oleh oknum warga itu tidak benar.

“Tudingan atau pun isu yang sengaja dikembangkan untuk menyudutkan saya itu dan atas nama lembaga dimana saya bekerja itu tidak benar,” kata Yesaya ketika dikonfirmasi di Kota Jayapura, Papua, Sabtu petang.

Dalam kutipan postingan yang beredar di media sosial Facebook yang diunggah oleh akun Pace Nare mengatakan “Selamat malam dan selamat beraktivitas malam ini. Malam ini ketua KPUD Kab. Yahukimo memperkosa dibawah umur di kost biru jalan pos 7 Sentani pukul 07:00 WIT dan pelaku tersebut melarikan dengan kendaraan sepeda motor. Dengan nama yang jelas YESAYA MAGAYANG SH. KETUA KPUD KAB. YAHUKIMO. Mohon advokasi pelaku tersebut”.

Postingan itu dibagikan ke dalam grup Facebook Relawan FB ABOCK BUSUP MA-YULIANUS HELUKA SH FOR YAHUKIMO JILID II.

“Saya akan membuat laporan polisi terkait hal ini untuk memberikan efek jera kepada warga atau pemilik akun Facebook yang telah menggaungkan berita hoax sehingga memberikan pembelajaran kepada warga agar tidak terprovokasi dengan isu murahan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tudingan yang sengaja dilayangkan untuk memojokkan dirinya itu, sangat tidak mendasar, karena sejak beberapa hari terakhir tidak berada di Sentani, Kabupaten Jayapura di waktu yang dituduhkan, apalagi menggunakan sepeda motor.

“Sementara saya saat ini jalan menggunakan mobil bersama ajudan dan seorang staf. Saya bersama para komisoner KPU Yahukimo lainnya sedang mengurus pentahapan pilkada, sehingga tuduhan itu sengaja dibuat untuk menjatuhkan saya sebagai pejabat publik,” katanya.

Ia berharap warga di Papua, khususnya di Kabupaten Yahukimo tidak termakan isu murahan yang sengaja digaungkan untuk membuat kegaduhan ditengah jalannya pesta demokrasi.

“Saya imbau warga agar jangan terpengaruh dengan isu yang tidak benar, hoaks. Warga harus bijak dalam menerima informasi dan menggunakan media sosial, karena bisa berkonsukuensi hukum,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 60 = 66