Mama-mama pedagang hambur barang di depan kantor bupati

Papuaunik,-Sejumlah mama-mama pedagang Papua yang saban hari mendagangkan barang dagannya di Pasar Phara Sentani, Kabupaten Jayapura menghambur dagangannya di depan kantor bupati setempat, lantaran pasar tersebut masih di palang oleh pemilik lahan.

Pantauan Papuaunik.com, barang jualan milik mama-mama Papua dihamburkan di depan Kantor Bupati Jayapura yang berlamat di Gunung Merah Sentani, Kamis siang. Selain itu, kantor bupati juga dipadati oleh sejumlah angkutan kota (angkot) yang memuat barang jualan milik mama-mama pedagang.

Mama-mama pedagang datang lalu menghamburkan barang dagannya di depan kantor bupati, lantaran Pasar Phara masih di palang oleh pemilik hak ulayat/pemilik tanah. Pemilik memalang pasar itu karena hingga kini belum lunas dibayar.

Menurut mama Helena, salah satu perwakilan mama-mama pedagang Papua, bahwa mereka terpakasa datang kantor gubernur karena julannya tak habis terjual karena pasar dipalang. Tak hanya itu, pemilik hak ulayat juga melakukan ancaman kekerasan kepada mama-mama pedagang.

Lanjut dia, sehingga mereka berinisiatif untuk mendatangi kantor bupati untuk meminta pertanggung jawaban dari pihak pemerintah sekaligus kejelasan terkait pemalangan pasar tersebut.

“Biasanya itu jualan kami terjual habis pada pagi hari oleh para pemborong. Namun, kali ini jualan kami semua satu pun tidak dapat terjual karena pasar dipalang oleh pemilik tanah, tapi juga melakukan acaman kepada kami,” katanya.

Dia mengatakan, ancaman dilakukan dengan cara memikil mobil angkutan kota menggunakan alat tajam dan besih,dengan demikian mama-mama pedagang bingung hendak berjualan dimana. Untuk itu, mereka datang meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura bertanggung jawab.

Ia mengaku, pihaknya meminta pemerintah ganti rugi jualan yang tak habis terjual lantaran kendaraan yang digunakan belum dibayar, dan meminta agar ketika mereka pulang bisa membawa sedikit uang guna melangsungkan kebutuhan hidup keluarga.

“Oleh sebab itu kami minta pemerintah tanggung jawab jualan kami yang tidak laku ini. Supaya kami pulang kerumah tidak dengan tangan kosong, tetapi harus ada uang yang bisa kami pakai untuk belanja kebutuhan keluarga. Kalau tidak begitu, kami mau makan apa dan barang yang kami butuhkan mau beli pake uang dari mana,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pasar merupakan tempat mata pencarian pihaknya untuk melengkapi kebutuhan makan, minum, anak sekolah, dan lain sebagainya.Ia berharap pemerintah bisa memahami hal ini dengan baik.

“Kami masyarakat sangat berharap kepada pemerintah bahwa apa yang kami alami ini, bisa dipahami baik. Oleh sebab itu, kami harap pemerintah segerah mengatasi persoalan pasar ini, supaya kami bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa,” tambah dia. (Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 8 =