KPU Mamberamo Raya minta cawabub bertatatus ASN mengundurkan diri

Papuaunik,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamberamo Raya meminta kepada salah satu calon wakil bupati berinisial EM di kabupaten itu yang kini masih berstatus aparat sipil negara (ASN) segera mengundurkan diri, jika tidak akan dicoret.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua yang juga selaku KPU Mamberamo Raya, Diana Dhortea Simbiak di Jayapura, Rabu, menyebutkan dari empat pasangan calon (paslon) kepala daerah Kabupaten Mamberamo Raya akan bersaing pada pilkada serentak tahun ini, salah satu di antaranya berstatus ASN, maju sebagai calon wakil bupati, beliau berinisial EM.

Lanjut dia, KPU Mamberamo Raya meminta kepada paslon tersebut untuk segera mengurus surat pengunduran diri terlebih dahulu dari instansi terkait, baru bisa maju sebagai wakil Bupati Mamberamo Raya. Jikalau tidak, maka paslon yang bersangkutan akan di coret atau dinyatakan gugur.

Diana menjelaskan, surat pengunduran diri ini merupakan salah satu syarat bagi ASN yang mau mencalonkan diri sebagai kepala daerah, yang mana aturan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017. Disebutkan dalam pasal 240 ayat (1) huruf k, dinyatakan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memutuskan maju harus mengundurkan diri.

“Selama proses pendaftaran bakal calon kepala daerah Kabupaten Mamberamo Raya hingga kini, kami belum menerima surat pengunduran diri dari paslon tersebut. Sehingga kami minta paslon tersebut segera mengurus surat tersebut baru mencalonkan diri. Jikalau tidak kami nyatakan gugur atau akan dicoret, karena ada aturan yang berlaku terkait hal ini, yang merupakan salah satu syarat bagi ASN yang mau maju calon DPR, Kepala daerah, dan lain sebagainya,” katanya.

Menurut dia, untuk paslon terkait melengkapi persyaratan tersebut, pihaknya membuka ruang kepada paslon tersebut, yang mana pihaknya memberikan waktu tiga puluh hari kepada paslon tersebut untuk mengurus surat pengunduran diri.

“Jadi, kami dari KPU telah memberikan waktu kepada paslon tersebut selama satu bulan sebelum pemilihan berlangsung. Oleh sebab itu, dalam waktu yang kami berikan ini, paslon ini sudah harus mengurus surat pengunduran diri,” ujarnya.

Selain memberikan waktu kepada paslon terkait, kata dia, pihaknya juga terus berupaya melakukan koordinasi kepada pengurus atau LO atau penghubung pasangan calon tersebut agar sebelum pemilihan berlangsung surat pengunduran diri sudah bisa diterima pihaknya untuk dimasukan dalam persyaratan paslon terkait.

Ia berharap kepada paslon tersebut untuk secepatnya menyelesaikan persyaratan ini, karena masih banyak hal yang akan dikukan paslon tersebut sebelum pemilihan berlangsung.

“Tentunya sebelum pemilihan berlangsung, ada hal-hal yang akan dilakukan paslon terkait yakni melakukan kampanye, sosialisasi kepada masyarakat, dan lain sebagainya. Sehingga kami harapkan paslon tersebut harus menyelesaikan persyaratan ini secepatnya,” tambah dia. (Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 2 =