Pesan Kapolda Papua dalam musyawarah Ikatan Mahasiswa Grime Nawa

Papuaunik, – Inilah sejumlah pesan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada pemuda dan pemudi dalam musyawarah ke-XII Ikatan Mahasiswa Grime Nawa di rumah adat Kampung Mamda Yawan, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat.

“Tugas pemuda sudah menjadi bagian integral dari pemuda Indonesia sesuai dengan UU Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan dengan tanggung jawab yang di antaranya sebagai penjaga utama Pancasila sebagai ideologi negara,” katanya saat didaulat menjadi salah satu narasumber dalam musyawarah tersebut.

“Tetap menjaga tegak utuhnya negara ini, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan melakukan konstitusi dan demokrasi oleh karena itu mari kita Satukan barisan dengan membuat kegiatan kegiatan yang menumbuhkan semangat kepemudaan,” lanjutnya.

Sebagai orang tua, kata jenderal bintang dua Polri itu, ia bersama pemangku kepentingan lainya berada didepan, yang dipercaya sebagai pemimpin untuk menggerakkan kaum milenial dan bekerja bersama dalam membangun rasa kebersamaan itu.

“Dalam membangkitkan semangat pemuda sebagai ujung tombak, pada tanggal 28 Oktober 2020 saya mau tantang anak muda atau pemuda kita buat lomba disini, yaitu lomba musik tradisional yang dikreasikan yang dilakukan oleh anak-anak muda,” katanya.

Menurut dia, peran pemuda sangat penting sebagai generasi penerus bangsa, karena tongkat estafet kepemimpin sudah pasti akan beralih dari para orang tua kepada kaum milenial, sehingga sudah seharusnya mewaspadai semua ancaman yang akan datang dan hadir.

“Pertama ancaman perspektif global yang sedang kita hadapi adalah ancaman narkoba yang hari ini masih serius, sebagai generasi muda kita harus hindari hal seperti itu dimana kepentingan mereka untuk membuat kehilangan generasi dan melemahkan bangsa ini,” katanya.

Kedua, ancaman teroris dan radikal sudah masuk didaerah ini sebagai generasi muda harus mampu melihat keadaan masyarakat dan perubahan masyarakat itu sendiri.

“Ketiga, ancaman media sosial bahwa kita harus paham bahwa ada pola perubahan dimana kita ini dijajah tetapi tidak merasa dijajah dan terkadang kita rela mengeluarkan uang kepada mereka yang menjajah kita, yang diantaranya berita hoax, radikalisme, Hedonisme pornografi, narkoba, individualisme, antisosial dan juga degradasi moral serta sistem instan yang sesungguhnya mengancam generasi muda dan keutuhan bangsa,” katanya.

Keempat, yaitu ancaman proksi war bahwa pihak ini tidak terjun langsung, melalui pihak ketiga mereka mempengaruhi berita propaganda demi kepentingan para pihak sehingga diperlukan soliditas antarsesama yang diharapkan pemuda harus tegar dan kuat bersama dengan seluruh elemen masyarakat dan bergandeng tangan dengan pemda maupun TNI/Polri untuk mengantisipasi ruang-ruang konflik.

Lalu, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, gerakan pemuda harus sebagai problem solving dan berperan aktif, menjadi pelopor ke-Indonesiaan, sebagai pioner kebangkitan kemandirian dan kesejahteraan Papua dalam menjadi lumbung inovasi yang berguna bagi pertanian maupunan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lain.

“Saya harap di Grime Nawa dapat membangun sekolah pendidikan vokasi di bidang pertanian, sehingga kita bisa fokus bangun kampung ini dari sektor pertanian yang tentunya digerakkan oleh kaum muda,” ajaknya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 38 = 45