Bawaslu : Pandis Mamberamo Tengah Timur diancam oknum warga

Papuaunik, – Ketua Bawaslu Kabupaten Mamberamo Raya Cornelia Mamoribo mengungkapkan bahwa Panwas Distrik (Pandis) Mamberamo Tengah Timur diancam oleh oknum warga untuk tidak kembali ke tempat tugasnya sebelum mengganti boat dan dua unit mesin speed berkapasitas 40 PK Turbo setelah kecelakaan sungai pada 3 Agustus 2020.

“Iya, Pandis Distrik Mamberamo Tengah Timur diancam tidak boleh bertugas, jika speedboat dan dua unit mesinnya belum diganti,” kata Cornelia didampingi Komisoner Bawaslu Provinsi Papua Anugrah Pata di Kasonaweja, Jumat.

Menurut dia, pengancaman itu dilakukan setelah kecelakaan di Sungai Mamberamo Raya 3 Agustus 2020 di sekitar kawasan yang biasa disebut Batavia, dimana speedboat yang disewa oleh Pandis itu terbalik sehingga menyebabkan sejumlah barang bawaan seperti printer, tas, uang tunai sekitar Rp15 juta dan dua unit mesin motor hilang serta boatnya hancur.

“Dari kasus ini saya sarankan ke Panwas untuk buat laporan polisi dan sudah dibuat serta menjadi atensi aparat kepolisian setempat,” katanya.

Hal ini, kata dia, sudah dikoordinasikan kepada sejumlah pihak terkait dengan harapan persoalan ini bisa mendapat solusi, karena berpengaruh dengan tugas dan tanggung jawab serta tahapan pilkada di Mamberamo Raya selanjutnya.

“Pak Kapolres Mamberamo Raya sudah menyampaikan hasil koordinasi dengan Sekda setempat bahwa Bawaslu harus menyurati Pemda untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya, dan juga kami juga berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi agar ini tidak jadi temuan nantinya,” katanya.

Cornelia berharap persoalan ini dimediasi sehingga bisa selesaikan dengan baik dan ini menjadi pembelajaran bagi penyelenggara dalam hal penggunaan jasa transportasi sungai.

“Karena pemahaman masyarakat sangat beda dengan aturan yang ada, sehingga kami juga mencari solusi terbaik untuk selesaikan persoalan ini,” katanya.

Cornelia menambahkan dalam kecelakaan sungai itu, tidak ada korban jiwa meski ada anak dari ketua Panwas Distrik Mamberamo Tengah Timur yang berumur 11 bulan enam hari ikut hanyut bersama ibunya.

“Ini mujizat, rombongan Pandis berjumlah tujuh orang bersama keluarganya bisa selamat. Karena biasanya kecelakaan itu dinformasikan pasti korbannya tewas, ini menjadi laporan ke provinsi dan pusat untuk memperhatikan masalah dan kendala yang kami temui di lapangan,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

38 + = 47