Bupati Yapen berharap dana Otsus ditingkatkan hingga empat persen DAU Nasional

Papuaunik, – Bupati Kepulauan Yapen Toni Tesar beharap agar dana otonomi khusus (Otsus) bisa ditingkatkan lagi untuk kesejahteraan rakyat di Provinsi Papua hingga empat persen DAU nasional.

“Kami berharap dana Otsus Papua jangan dua persen dari rata-rata DAU nasional, tapi kalau boleh dinaikkan, kita berharap tiga hingga empat persen DAU nasional,” kata Bupati Toni Tesar disela-sela kegiatan rapat persiapan Muscab serentak dan Musdalub Partai Demokrat di Kota Jayapura, Minggu.

Dengan begitu, kata dia, perecepatan akselesari pembangunan di Papua ini benar-benar bisa dilaksanakan secara maksimal. “Misalnya di sektor pendidikan itu kita bisa tentukan satu anak itu bebas pungutan, mulai dari masuk PAUD sampai SMA/K hingga ke perguruan tinggi. Satu anak itu harus dibiayai kurang lebih Rp10 juta, mereka di asramakan dan kuliah di luar dengan dana Otsus,” katanya mencontohkan.

“Kita sebagai pemerintah daerah di Yapen khususnya, kami harus mengatakan bahwa dana Otsus ini sangat diperlukan di Papua khususnya di kabupaten Kepulauan Yapen dalam menunjang pendidikan, kesehatan dan juga ekonomi khususnya masyarakat Papua,” sambungnya.

Ia mengakui bahwa keberlanjutan soal implementasi Otsus di Papua menjadi perbincangan hangat diberbagai tempat dan kalangan di Papua, sehingga pemerintah daerah di wilayah adat Sairei dan Tabi bersepakat untuk menggelar workshop untuk membicarakan implementasi 19 tahun Ostsus di Papua.

“Kita bahas secara dua hari secara berturut-turut setiap dana Otsus yang masuk ke dalam APBD, kita pertanggungjawabkan untuk belanjanya sampai dengan kegiatannya, agar akuntabilitas dari penggunaan dana Otsus ini masyarakat bisa ikuti dan bisa paham bahwa sesungguhnya dana Otsus ini dimanfaatkan sangat baik untuk anak-anak kita terutama anak sekolah,” katanya.

Mengenai adanya pemikiran-pemikiran yang lain soal penggunaan dana Otsus, kader partai Demokrat ini menilai bahwa hal itu bisa terjadi karena kurangnya akses informasi yang baik kepada masyarakat.

“Saya kira itu karena kita, pemerintah daerah belum transparan dalam penggunaan dana Otsus ini. Namun demikian, kami harus mengatakan bahwa untuk dana Otsus yang saat ini dibagikan di kabupaten/kota jumlah yang saat ini kecil, karena dalam dua tahun terakhi diberikan (oleh provinsi) sangat jauh dari harapan kita,” katanya.

Pengurangan dana hingga 50 persen itu, kata dia, terkait kepentingan pembangunan infrastruktur PON dan pendukungnya. “Ada pengurangan dana lebih 50 persen, total kami di kabupaten itu hanya Rp46 milyar saja, yang semula dua tahun sebelumnya diberikan Rp96 miliar. Ini tentunya sangat memberatkan kami di daerah, apalagi PAD kami sangat terbatas,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat Papua pada umumnya dan di Yapen khususnya perlu mengetahui soal pemotongan dana Otsus tersebut.

“Poinnya adalah kami berharap ada kesepemahaman dari masyarakat kita untuk mengetahui dana Otsus ini, bahwa pemerintah kita sangat membutuhkan dana Otsus untuk pengembangan atau untuk memajukan SDM di Papua dan kita berharap ada peningkatan, bukan dua persen DAU rata-rata nasional, tetapi bisa tiga atau empat persen,” harapnya.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1