Polisi Jayawijaya selidiki dua kasus pembunuhan yang menggemparkan di Wamena

Papuaunik, – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya tengah melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait dua kasus pembunuhan yang menggemparkan terjadi di dua lokasi berbeda di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal di Kota Jayapura, Rabu mengatakan jajaran di Polres Jayawijaya terus melakukan koordinasi dengan TNI dan pemerintah setempat serta melakukan pendekatan terhadap para tokoh berpengaruh guna pengungkapan dua kasus tersebut.

“Kasus tersebut dalam penanganan Polres Jayawijaya, diharapkan warga dapat membantu memberikan informasi dan tidak terprovokasi untuk bertindak melawan hukum,” katanya.

Ia menjelaskan yang menjadi latarbelakang dua kasus pembunuhan di Wamena berawal pada Juli 2020, salah satu warga atas nama Kikay Kalolik (60) yang di duga mengalami ganguan jiwa tinggal di Kampung Meagama hilang dan baru ditemukan pada 18 Agustus 2020 dalam keadaan meninggal dunia.

“Atas kejadian tersebut, keluarga korban merasa yang bertanggung jawab atas meninggalnya korban adalah Kepala Kampung Meagama, Ismail Elopere sehingga warga melakukan tindakan kekerasan terhadap Kepala Kampung hingga meninggal dunia pada Selasa (18/08) sekitar pukul 17.05 WIT di Jalan Trans Wamena-Tiom,” katanya.

Kemudian pada pukul 19.30 WIT, terjadi penganiayaan terhadap korban atas nama Yarius Elopere (25) hingga meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh lima orang warga masyarakat di Jalan Safri Darwin tepatnya di depan Gahara Wamena.

Kemudian, pada Rabu sekitar pukul 16.20 WIT terjadi bentrok antarwarga Kampung Pelebaga dan Kampung Meagama, Distrik Hubikosi yang mengakibatkan 10 honai warga terbakar dan lima orang mengalami luka akibat kejadian tersebut.

“Dan saat ini telah dirawat di Klinik Batalyon 756, yakni Oni Wenda (30), alamat Kampung Meagama, mengalami luka panah pada lebgan kanan, Isak Elopere (28), alamat Kampung Sakma, mengalami luka panah pada telapak kaki kanan, Huwe Miyage (35), alamat Kampung Kukimo, mengalami luka panah dilutut kanan, Deki Kossay (20), alamat Kampung Meagama, mengalami luka pada perut, Asalaus Miaga (23), alamat Kampung Meagama, mengalamk luka panah paha kiri,” katanya.

Lebih lanjut kata mantan Kapolda Papua Barat dan Sumatera Utara itu, Kapolres dan Dandim serta Bupati Jayawijaya telah melakukan koordinasi dengan para tokoh kedua Kampung yang bertikai tersebut agar kejadian ini tidak meluas yang dapat menimbulkan korban jiwa.

“Untuk pengamanan, Polres Jayawijaya di back up Brimob, Kodim 1702 dan Batalyon 756/WMS telah melaukan penyekatan di kedua kampung tersebut untuk mengantipasi adanya bentrokan susulan,” katanya.

Berkaitan dengan pertikaian itu, jenderal bintang dua Polri itu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprvokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu Kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya, Kepolisian akan bekerja secara profesional untuk mengungkap para pelaku.

“Mari kita bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya ini agar tetap aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan normal,” imbaunya.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

83 − 73 =