Upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Keerom lancar

Papuaunik – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua berjalan lancar dan penuh khidmat.

Upacara itu berjalan sesuai arahan dari Pemerintah Pusat yaknimenyesuaikan dengan kondisi di tengah pandemi COVID-19. Peserta upacara kali ini terbatas, baik saat pengibaran bendera maupun penurunan bendera, Senin.

Bupati Keerom, Muh. Markum, bertugas sebagai nspektur upacara pada pengibaran bendera di pagi hari, kemudian Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara ketika upacara penurunan bendera, sore hari.

Selanjutnya, Komandan Upacara saat pengibaran bendera pagi hari adalah Iptu Berthu Harydika Eka Anwar, SIK, sedangkan saat penurunan bendera yakni Letda Alan Mehendra. Ada beberapa hal yang nampak berbeda jika dibandingkan upacara di tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager usai memimpin upacara penurunan bendera Merah-Putih mengatakan sesuai tema nasional HUT ke-75 Kemerdekaan RI yakni ‘Indonesia Maju,’ mengandung makna bahwa ada semangat dari Presiden dan rakyat Indonesia untuk menjadi Negara yang lebih baik kedepannya.

“Tema nasional HUT RI kali ini yaitu Indonesia Maju, artinya presiden ingin Indonesia kedepan bisa sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Ini adalah satu pesan, bawa dalam pembangunan kita tidak lagi santai, tidak bisa lagi membangun dengan cara-cara biasa,” katanya.

“Kita perlu melompat agar bangsa ini bisa sejajar dengan bangsa –bangsa lain di dunia yang lebih maju,” ujarnya lagi.

Piter mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja demi pembangunan di Keerom. Masyarakat diajak terus bekerja dan menjaga Keerom.

“Untuk itu saya mengajak seluruh rakyat untuk terus bekerja. Mari kita menjaga Keerom ini, menjaga Bhineka Tunggal Ika, menjaga kerukunan, keharmonisan untuk hidup bersama. Dari waktu ke waktu Keerom harus lebih baik, sehingga keerom bisa maju sama dengan wilayah lain, bisa berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonseia,” katanya.

Dari pantauan, upacara kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang paling mencolok adalah dari jumlah peserta. Pelaksanaan upacara kali ini diikuti peserta terbatas, baik dari sisi peserta maupun petugas upacara. Dimana peserta upacara dan peserta kali ini sekitar 100-an orang.

Petugas pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang biasanya terdiri dari tim 17, tim 08 dan tim 45, pun dikurangi, hanya tiga orang pengibar bendera Merah-Putih.

Sementara dari jajaran peserta, yakni inspektur upacara dan peserta lain dari kalangan Forkompinda dan organisasi perangkat daerah (OPD) namun dibatasi. Tak ada keterlibatan anak sekolah maupun masyarakat umum. Meski demikian, momentum bersejarah itu berlangsung penuh khidmat. (Miosindi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =