Cara unik RB Jayapura meriahkan HUT Ke-75 RI di hutan bakau

Papuaunik, – Cara unik komunitas Rumah Bakau (RB) Jayapura dalam memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

Mereka menggelar lomba dan kibarkan bendera merah putih di tengah rawa hutan bakau yang ada di Kota Jayapura. Ini cara yang sangat berbeda, karena selama ini bendera merah putih lebih banyak dibentangkan atau dikibarkan di tengah lapangan atau puncak gunung.

Ini sebagai bentuk kreatifitas milenial di ibu kota Provinsi Papua yang selalu menumbuhkan ide kreatif dan menularkan semangat positif bagi yang lain.

Dikatakan kali kedua mengingat pada 2018 lalu Rumah Bakau Jayapura bersama Forum Komunitas Jayapura (FKJ) menggelar upacara bendera di dalam hutan bakau menggunakan rakit yang juga melibatkan sejumlah mahasiswa dan aktivis lingkungan.

Inilah kali pertama di Jayapura, upacara di hutan bakau, apalagi menggunakan rakit yang dibuat dari botol barang bekas mineral. Nah tahun 2020 ini kembali digelar hal serupa meski lebih sederhana.

“Kami tak mau mati ide dan terdiam dengan kondisi yang ada. Kami akui pandemi covid ini cukup mengganggu dan membuat banyak batasan tapi bagi kami jangan sampai membunuh semangat untuk memperingati HUT RI,” kata Theresia, koordinator Rumah Bakau Jayapura.

Yang dilakukan pada hari kemerdekaan Indonesia kemarin adalah menggelar lomba kecil yang melibatkan anak-anak sekolah dasar kemudian untuk yang dewasa diberi lomba yang lebih menantang yakni memukul balon berisi air.

Hanya tempat untuk perlombaan ini yang justru tak biasa lantaran bermain di dalam rawa dengan kedalaman lumpur sampai sepaha. Peserta lomba harus memastikan pijakan yang disesuaikan dengan berat badan.
Selain itu ada lomba balapan rakit.

“Jadi setelah waktu zero activity teman-teman memulai melanjutkan kegiatan lomba dan yang menarik adalah lomba bagi personil Rumah Bakau sendiri. Ternyata tak mudah memukul balon berisi air,” katanya.

Untuk hadiah lombanya sendiri disiapkan oleh personil Rumah Bakau secara swadaya. Tak hanya itu sebanyak 100 bendera merah putih plus balon berwarna merah putih juga dijejer di dalam hutan bakau sambil menikmati dinginnya air pasang.

“Ada 100 bendera yang kami pasang di dalam hutan bakau dan bendera ini setiap tahun kami pakai untuk kegiatan serupa,” lanjutnya.

Lalu, untuk para peserta sendiri ternyata tak hanya orang tua yang ikut dalam kegiatan sederhana ini namun anak-anak bahkan yang masih berusia 6 tahun juga ambil bagian.

“Kami memang tidak menggelar upacara karena situasi tidak memungkinkan jadi kami hanya menggelar lomba plus memasang bendera yang dibarengi dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan ini sangat dinikmati. Kami memastikan bahwa kami bangga dan berterimakasih bisa merasakan kemerdekaan saat ini, ” pungkasnya.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

26 + = 32