Wali Kota Jayapura : warga masih trauma dengan aksi demo

Papuaunik, – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano berpendapat bahwa warga di ibu kota Provinsi Papua itu masih trauma dengan aksi demo yang melibatkan massa yang banyak, karena berkaca pada aksi Agustus tahun lalu, sejumlah bangunan yang ada hancur dan terbakar diamuk pendemo.

“Kami minta tidak turun jalan, demo bisa saja, jangan anarkis, karena rakyat saya masih tramau dengan demo pada Agustus yang lalu yang terjadi pembakaran, penjarahan, pengrusakan, yang merugikan banyak orang,” katanya dalam grup pesan media sosial di Jayapura, Jumat.

Pernyataan ini sengaja dilontarkan oleh orang nomor satu di Kota Jayapura itu untuk melindungi dan memastikan kehadiran pemerintah ditengah warga, menyusul beredarnya selebaran ajakan demo oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah.

“Jangan sampai terjadi lagi, mohon perhatian kepada Bapak Kapolresta dan Dandim Jayapura untuk antisipasi hal ini. Karena sampai sekarang pelemparan belum ditangani baik, bisa lihat, gereja, rumah penduduk , perhotelan, BUMN dan perkantoran kaca-kaca mereka belum diganti butuh biaya yang besar,” katanya mencontohkan.

Ketua umum Persipura Jayapura itu mengaku khawatir jika aksi demo tetap dilakukan, bukan tidak mungkin akan ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, yang bisa memprovokasi warga untuk bertindak anarkhis.

“Sebaiknya jangan turun jalan, pasti ada yang menyusup untuk bikin ricuh, hati-hati tentang ini pasti chaos. Mari kita jaga Kota Jayapura sebagai rumah kita, honai kita, istana kita bersama. Kota Jayapura sebagai kota studi, sebagai ibukota provinsi, Kota Jayapura sebagai wajahnya Papua bagi Indonesia , saya tidak mau rusuh di kota ini lagi. Mari kita jaga kota kita, jangan anarkis, Kota Jayapura aman, Papua aman,” pintanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 4