Testimoni masyarakat Papua soal Otsus

Papuaunik, – Beragam pandangan, tanggapan, harapan dan keinginan masyarakat Papua baik sebagai tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga pekerja sosial terhadap implementasi UU Otsus Papua yang akan segera berakhir.

Yato Eluay, selaku ondofolo dan tokoh adat di Papua menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat sehubungan dengan Otsus yang akan berakhir.

“Bahwa semua masyarakat harus melihat Otsus ini dari sisi kesejahteraan masyarakat, jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan konflik sesama Papua. Seluruh masyarakat adat di tanah Papua agar mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan dan diputuskan pemerintah pusat dalam rangka mensejahterakan rakyat Papua,” kata Yanto.

Tiombri Wenda, wakil kepala suku pegunungan tengah di Kabupaten Keerom mengaku mewakili warganya berharap ada kelanjutan Otsus.

“Saya Tiombri Wenda, mewakili masyarakat Pegunungan Tengah yang ada di Kabupaten Keerom. Kami berharap Otsus Papua tetap berlanjut, demi pembangunan dan kemajuan di Papua. Pihak yang menolak Otsus Papua sama sekali tidak mewakili suara nurani orang Papua, mereka adalah musuh masyarakat Papua,” kata Tiombro.

Pendeta Merry Lauren Wompere, salah satu jemaat GKI Solagratia, Arso II Kabupaten Keerom, mengaku bahwa Otsus akan memberikan pembangunan yang lebih di Papua.

“Saya Pendeta Merry Lauren Wompere mewakili jemaat GKI Solagratia, Jaifuri, kami sangat berharap Otsus Papua tetap berlanjut demi pembangunan dan kemajuan di Papua, pihak yang menolak Otsus Papua sama sekali tidak mewakili suara nurani orang papua, mereka adalah musuh masyrakat Papua,” kata Pendeta Merry.

Senada itu, Ismail Ulop, kepala suku Elseng menilai bahwa pembangunan daerah akan lebih maju jika ada keberlanjutan Otsus di Papua.

“Saya tokoh Adat Suku Elseng, Ismail Ulop, berharap bahwa Otsus boleh jalan demi kepentingan pembangunan daerah. Bagi siapa yang menolak Otsus, itu adalah rakyat yang berbicara unutuk diri sendiri dan bukan untuk pembangunan. Kalau Otsus digunakan untuk pembangunan kami mendukung, karena kondisi pembangunan di daerah ini masih terbatas dan belum maju seperti daerah lain,” kata Ismai penuh harap.

Sedangkan, Nairon Wenda, selaku ketua RW XIII Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, mengaku bahwa orang Papua butuh pembangunan bukan lainnya.

“Menanggapi tentang Otsus, bahwa kami masyarakat Buper Waena mendukung agar Otsus tetap dilanjutkan karena kami masih membutuhkan pembangunan. Bagi yang menolak Otsus kami tidak setuju, karena kami masih ingin pembangunan agar Papua tambah maju. NKRI harga mati,” kata Nairon yang juga salah satu tokoh pegunungan tengah wilayah Buper Waena.

Begitu juga dengan Soleman Eselo, pegiat sosial dan tokoh masyarakat Yalimo di ibu kota Provinsi Papua itu mengaku Otsus sangat membantu orang pegunungan menjadi pejabat.

“Sejak 1981, tugas saya adalah mendidik orang dan sudah banyak anak didik saya dari masyarakat pegunungan menjadi pejabat, dengan adanya dana Otsus kami banyak mendapat bantuan, mungkin bila tidak ada Otsus, gedung kami masih jelek dan rusak, maka saya mohon Otsus dilanjutkan untuk membangun Papua,” kata Soleman yang juga kettua panti asuhan Baliem Yalimo.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 43 = 48