Tomas Wamena menilai kehadiran Otsus mempercepat Papua sejahtera

Papuaunik, – Tokoh masyarakat (Tomas) Pegunungan Jayawijaya Agus Huby menilai kehadiran UU Otonomi Khusus (Otsus) mempercepat pembangunan disegala bidang yang ada di Provinsi Papua.

Kehadiran Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua bertujuan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Papua yang belakangan ini sedang menjadi perdebatan sejumlah kalangan masyarakat, karena dinilai akan berakhir. Sejumlah pihak menilai Otsus gagal, padahal tidak demikian.

“Kami masyarakat Papua menyampaiakan terima kasih kepada pemerintah pusat karena Papua sudah diberikan Otonomi Kusus, begitu besar kebijakan yang telah di ambil sehingga kami masyarakat bisa menikmati pembangunan yang sudah bisa kita rasakan saat ini,” kata Agus yang juga Koordinator Barisan Merah Putih (BMP) Papua di sela-sela kegiatannya, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis.

Agus mengklaim bahwa masyarakat Jayawijaya menerima dan mendukung sepenuhnya pelaksananan Otsus.

“Dan kami meminta supaya hadirkan kebenaran, keadilan dan kejujuran di tanah Papua supaya tercipta damai sejahtera, sehingga pembangunan di berbagai bidang bisa dilaksanakan dengan aman,” katanya.

“Harapan kami apabila kondisi sudah aman, maka kita bisa menggali potensi-potensi yang ada di tanah Papua ini untuk membangun Papua khususnya Wamena. Sehingga kita bisa mandiri dan tidak tergantung terus dengan pemerintah pusat,” sambungnya.

Huby juga mendorong agar pemerintah pusat melanjutkan Otonomi Khusus, terutama soal pendanaannya karena informasi yang tersebar kebijakan ini akan usai dalam waktu tidak lama.

“Kami ucapkan terima kasih atas pembangunan yang sudah dilaksanakan selama ini, dan kami harapkan dapat di lanjutkan seperti pembangunan jalan-jalan yang menghubungkan antarkabupaten dan provinsi yang belum terhubung”, tegasnya.

Terakhir, Agus meminta untuk pengelolaan dana otsus selanjutnya agar diawasi dengan ketat, sehingga hasilnya terlihat nyata dan penggunaanya masyarakat tahu serta tidak disalah gunakan.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

23 − = 14