KMPP dorong anak asli Sarmi jadi wabup

Papuaunik, – Koalisi Masyarakat Peduli Pembangunan (KMPP) mendorong agar anak asli Kabupaten Sarmi bisa mengisi jabatan wakil bupati yang telah lowong sejak Februari 2020.

“Kami mendorong agar Bupati Sarmi Eduard Fonataba mempertimbangkan kembali salah satu dari tiga nama yang diusulkan oleh Dewan Adat Sarmi sebagai calon wakil bupati,” kata Ketua KMPP Eli Mansi saat berada di Kota Jayapura, Senin.

Menurut dia, ketiga nama yang diusulkan oleh Dewan Adat Sarmi yakni Dance Dansu, Aki Buefar atau Leonard J Sawerdani. Ketiganya merupakan putra asli Sarmi yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dimasing-masing bidang.

“Harusnya Bupati Eduard memilih anak asli Sarmi, meski beliau dari jalur independen pada pemilu lalu. Mamun ada baiknya anak asli Sarmi lah yang mengisi jabatan wakil bupati yang kosong,” katanya.

Eli mencoba memberikan contoh bahwa hingga kini sekitar 90 persen anggota DPRD Sarmi atau anggota legislatif diisi oleh warga non asli Sarmi, sehingga demi pertimbangan keseimbangan pembangunan, harusnya anak asli setempat diakomodir menjabat Wakil bupati menggantikan Yosina Troce Insyaf.

“Yang kami dengar Pak Bupati Edauard mengusulkan dua nama, tapi bukan anak asli Sarmi, jadi DPRD menolak. Alasannya ya karena tidak akomodir anak asli Sarmi. Jadi mohon dipertimbangkan usulan LMA, dan baiknya dikoordinasikan,” katanya.

Sekedar diketahui, Eduard Fonataba pada pemilu lalu berpasangan dengan Yosina Troce Insyaf sebagi wakil bupati dan memenangkan pesta lima tahunan itu.

Namun belakangan, Yosina Troce Insyaf terjerat kasus hukum dan dijebloskan ke penjara pada awal Februari 2020, sehingga jabatan wakil bupati Sarmi menjadi lowong dan menyebabkan kepincangan dalam pemerintahan lantaran belum adanya yang mengisi jabatan tersebut.(Andi/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 6 =