Tokoh Papua : jangan terhasut isu provokatif

Papuaunik, – Tokoh Papua, Niko Maury mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu provokatif yang berkembang dari luar negeri yang coba ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Saya imbau jkepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang. Apalagi isu rasisme dari Amerika yang coba dikaitkan dengan isu di Papua,” kata Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Kota Jayapura, Niko Maury dalam keterangan pers yang diterima Papuaunik.com

“Saya ingin memberikan sedikit pemahaman kepada masyarakat bahwa dengan adanya kelompok-kelompok yang menyatakan bahwa ketujuh orang yang melakukan pelanggaran hukum di Kota Jayapura pada waktu Agustus 2019 itu merupakan tahanan politik, padahal bukan,” sambungnya.

Menurut dia, ketujuh orang yang sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan pelaku kriminal karena telah melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau hari ini ada kelompok-kelompok yang ingin membebaskan mereka atau mengembalikan mereka ke luar dari tahanan atau supaya proses hukum yang dilaksanakan harus di Papua, saya mau katakan bahwa ini keliru karena wilayah NKRI sesuai dengan UUD negara Indonesia ini memiliki ciri kepulauan yang berada di wilayah nusantara sehingga siapapun kita sebagai warga negara sebagai masyarakat kalau kita melakukan pelanggaran hukum, bisa saja dilakukan tahanan atau proses hukum yang di Wilayah lain di negara ini. karena wilayah kita dari Sabang sampai Merauke,” katanya panjang lebar.

Seharusnya hal ini yang perlu diketahui oleh seluruh warga Indonesia termasuk di Papua, sehingga tidak melakukan tindakan atau kesalahan di atas kesalahan. “Tapi Mari kita belajar untuk mengerti hukum ini secara baik dan benar supaya kita meletakkan dasar-dasar yang benar bagi masyarakat Indonesia ke depan sehingga secara khusus masyarakat Papua dan tidak ada lagi kelompok-kelompok yang melakukan hal-hal yang tidak terpuji,” katanya.

“Kita tahu bahwa pada waktu mereka demo berujung aksi bakar-bakar dan merusak usaha-usaha orang dan juga ada orang yang meninggal ini perlu diproses hukum. Saya sangat mengharapkan kita semua belajar mengerti, apalagi kalau kita orang kristen itu kita sudah tahu persis orang yang melakukan pelanggaran itu harus bertanggung jawab dengan kata lain dia harus bayar harga yang mahal tidak bisa bermain-main dengan hukum Berani berbuat berani bertanggung jawab,” lanjutnya.(Andi/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 1