Warga Yahukimo bergotong royong bangun jembatan Hewet Asotipo

Papuaunik, – Warga wilayah I Kabupaten Yahukimo bergotong royong membangun Jembatan Hewet, Kampung Sogokmo, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin.

Masyarakat wilayah I Kabupaten Yahukimo itu membangun Jembatan Hewet secara swadaya dan bantuan dari para donatur yang peduli akan pembangunan di pedalaman Papua itu.

Masyarakat wilayah 1 Kabupaten Yahukimo yang terdiri dari Distrik Tangma, Distrik Ukha dan Distrik Kurima, bekerja sama membangun Jembatan Hewet dengan memikul satu batang kayu dari kali Jetni.

“Kayu yang panjangnya kurang lebih panjang 16 meter, dipikul bersama warga secara beramai-ramai dari Kali Jetni, dengan jarak diperkirakan kurang lebih 1,5 Km,” kata Theo Hesegem, Direktur Eksekutif dari Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Papuaunik.com pada Senin.

Meskipun jaraknya cukup jauh, namun kepedulian dan semangat masyarakat untuk membangun Jembatan Hewet tidak membuat hal itu menjadi masalah atau rintangan.

“Tulisan ini bukan mengkritisi Pemerintah Yahukimo dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, tetapi ini kenyataan yang sedang terjadi. Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat melihat dengan jeli upaya swadaya yang sedang dilakukan oleh masyarakat,” katanya.

Seharusnya, kata dia, pekerjaan membangun sebuah jembatan merupakan ranahnya pemerintah yakni Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang perlu berkoordinasi untuk mewujudkan hal itu.

“Perlu ketahui bahwa Jalan Kurima, Wamena adalah Jalan Trans Antarlintas Kabupaten yang didalamnya ada Jembatan Hewet, oleh sebabnya Pemerintah Provinsi Papua, perlu melihat dan memperhatikan pekerjaan swadaya yang sedang dikerjakan masyarakat
,” katanya.

Menurut dia, aksi gotong royong yang dilakukan oleh warga wilayah I Kabupaten Yahukimo tentunya menyentil kebijakan pemerintah daerah atau provinsi yang tidak peka dengan kebutuhan warga akan akses jalan, apalagi Jembatan Hewet dibangun secara swadaya.

“Hal ini telah menunjukan bahwa pemerintah belum mampu melayani masyarakat sebagai warga negaranya. Hari ini kami akan mengerjakan dan memasang papan di jembatan yang dimaksud,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Yayawijaya perlu mengetahui bahwa masyarakat lakukan pekerjaan swadaya itu, karena sejumlah alasan.

Di antaranya Jembatan Jalan Wamena-Kurima rusak dengan kondisi yang sangat parah, sehingga warga yang melintasi daerah itu harus pindah dari angkutan umum sebanyak dua kali kemudian naik ojek dan hal ini tentunya berimbas pada biaya.

“Hal inilah yang membuat warga tergerak dan menyadari hal itu sehingga mulai membangun kesadaran dalam persatuan untuk membangun dirinya sendiri, lewat Jembatan Hewet ini. Kalau sudah begini, berarti bisa dikatakan Otsus belum merata,” katanya.

Mengenai donator, Theo mengaku rata-rata dibantu secara pribadi oleh pihak-pihak yang peduli dengan kemajuan warga di Yahukimo dan Jayawijaya.

“Pak Kapolres Jayawijaya bantu 30 liter bensin, dari Dandim 1702/Jayawijaya berupa gula pasir dan kopi, dari adik Step anggota Kodim 1702/Jayaiwaya membantu bensin 20 Liter, secara pribadi dari Dirintel Polda Papua membantu bensin 20 liter, rokok Anggur Kupu dua slop, rokok 20 bungkus,” ungkapnya.

Ia juga mengaku bahwa warga juga secara swadaya membayar sejumlah kayu yang dijadikan bahan untuk membangun Jembatan Hewet.

“Beberapa kayu, kami bayar dengan biaya sendiri dari rasa kepedulian terhadap masyarakat. Kepala Distrik Tangma, Kepala Distrik Kurima ikut kawal kegiatan ini,” katanya.

Theo berharap aksi ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat lewat instansi teknis terkait, sehingga akses jalan dan jembatan dari dan ke Yahukimo bisa dibangun.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

51 − 48 =