64 narapidana Lapas Narkotika Jayapura terima asimilasi

Papuaunik, – Sebanyak 64 narapidana di Lapas Narkotika Klas IIA Jayapura menerima asimilasi (bebas,red) dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang kian merebak.

Kalapas Narkotika Klas IIA Jayapura, Basuki Wijoyo di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa mengatakan puluhan narapidana itu akan kembali ke keluarga masing-masing guna menjalani masa asimilasi setelah mendapat kebijakan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran corona.

“Jadi, sehubungan dengan merebaknya virus corona, maka pemerintah mengambil kebijaksanaan untuk mengeluarkan sejumlah narapidana diseluruh Lapas dan Rutan di tanah air, dengan berdasarkan kepada Peraturan Menteri nomor 10 tahun 2020, Keputusan Menteri nomor 11 tahun 2020 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” katanya usai memimpin upacara asimilai di halaman lapas.

Sebelumnya, kata dia, pada Kamis pekan lalu sebanyak 31 narapidana di lapas tersebut telah mendapatkan asimilisi, dimana tiga diantaranya merupakan narapidana kasus pidana umum.

“Sementara sisanya merupakan narapidana kasus narkoba. Dan hari ini sebanyak 64 orang mendapat asimilasi tahap kedua, semuanya narapidana kasus narkoba yang hukumannya dibawah 5 tahun penjara,” ungkapnya.

Setelah ini, kata dia, Lapas Narkotika Klas IIA Jayapura segera mengusulkan pembebasan bersyarat kepada Dirjen Pas di Jakarta sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jadi, 64 narapidana itu adalah yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom. Mereka nantinya akan dipanggil kembali untuk mengambil surat pembebasan bersyarat yang akan kami usulkan ke Dirjen Pas di Jakarta,” katanya.

Dalam upacara asimilasi di halaman Lapas Narkotika Klas IIA Jayapura di Doyo Baru, ke-64 narapidana berbaris dengan jarak masing-masing kurang lebih satu meter.

Mereka mendapatkan arahan dan pesan dari Kalapas Narkotika Klas IIA Jayapura Basuki Wijoyo, Kapolres Jayapura AKBP Victor D Mackbon dan perwakilan dari gugus tugas penanggulangan covid-19 Kabupaten Jayapura.

Diantaranya para narapidana itu diminat untuk isolasi diri selama 14 hari dan tidak membuat acara syukuran terkait asimilasi tersebut.

“Dan yang paling utama adalah jangan pernah kembali kesini, karena hidup diluar (Lapas,red) adalah sebuah kenikmatan dari Tuhan, jangan buat lagi tindakan kriminal,” pesan Basuki kepada puluhan narapidana yang menerima asimilasi itu.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 4 =