Polda Papua akan tindak tegas penyebar hoaks

Papuaunik, – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan akan menindak tegas oknum warga atau kelompok yang menyebar berita ataun informasi bohong atau hoax ditengah pandemi virus corona (Covid-19) di Bumi Cenderawasih.

Demikian pernyataan disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Minggu.

“Terkait pelaku penyebar informasi bohong tersebut, kami akan menindak tegas sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku,” katanya.

Menurut dia, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Papua telah melakukan penyelidikan terkai penyebar informasi hoaks tentang situasi tanggap darurat di Kota Jayapura dan jika terbukti pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 14 dan 15 UU nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana wajib dikenakan terhadap penyebar berita hoaks, dikenakan sanksi 2 tahun, 3 tahun bahkan 10 tahun serta Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Selain itu, kata dia, Polda Papua akan menindak tegas kepada pihak yang mencari keuntungan dengan menaikkan harga melalui informasi hoaks.

“Dan itu tertuang dalam Pasal 390 KUHP, Pasal 390, berbunyi, barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak menguntungkan atau menaikkan harga barang dagangan, fonds atau surat berharga uang dengan menyiarkan kabar bohong, dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan,” katanya.

Menurut dia, terkait dengan informasi yang beredar di masyarakat melalui media sosial bahwa, pada Senin 6 April 2020, Kota Jayapura akan dinaikkan statusnya menjadi tanggap darurat itu adalah berita bohong atau hoaks.

Adapaun informasi yang beredar di media sosial yang berbunyi “Informasi yang berkembang di masyarakat bahwa Kota Jayapura akan dinaikkan Statusnya menjadi tanggap darurat. Jadi, kalau mau beli Sembako bisa sebentar siang sampai jam 18.00. Karena akan diterapkan Karantina Wilayah oleh pihak Kepolisian atas Instruksi Walikota Jayapura. Jadi Saya hanya Meneruskan saja, Keputusan ada di pribadi masing-masing. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati kita semua”.

“Informasi itu jangan disebarkan, hoaks sebab bikin panik. Sampai sejauh ini belum ada keputusan resmi Pemerintah Kota Jayapura maupun gugus tugas. Jadi, saya harap masyarakat tidak membuat narasi yang tidak jelas sumbernya, karena akan membuat panik masyarakat sendiri, sehingga hari ini aktifitas Kota masih sesuai intruksi walikota terdahulu,” pintanya.

Nanti akan dilihat perkembangan kedepan dengan wacana-wacana dan penanganannya dengan berbagai pertimbangan.

“Dihimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik, jika ada hal urgen silahkan belanja seperlunya sebab stok pangan kita cukup. Jika tidak hal urgen atau emergensi dihimbau di rumah saja,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 7