Cegah corona, Bupati Paniai terbangkan pesawat ke pedalaman bawa alkes

Papuaunik, – Penyebaran covid-19 ke berbagai daerah di seluruh Indonesia telah mendorong semua pihak untuk menempuh berbagai langkah dalam membantu masyarakat dalam pencegahan covid-19.

Di Provinsi Papua, misalnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe, telah mengumumkan kebijakan pembatasan sosial skala besar di Papua, termasuk penutupan akses masuk ke wilayah adat Laa Pago dan Mee Pago serta wilayah adat Anim Ha.

Sebagai komitmen kemanusiaan untuk masyarakat Papua, Bupati Paniai Meki Nawipa yang berlatar belakang seorang pilot, bahkan menerbangkan sendiri pesawat pribadinya untuk mengirimkan sarana dan prasarana atau alat kesehatan (alkes) di wilayah terpencil di pedalaman, baik di Paniai dan Deiyai, pada Jumat, 30 Maret lalu.

Bupati Meki Nawipa telah memutuskan untuk meminjamkan pesawat pribadinya untuk bantuan kemanusiaan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Papua, maupun untuk pelayanan kesehatan masyarakat di pelosok Papua.

Pesawat milik Meki Nawipa itu sebenarnya stand by di Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura. Dengan demikian, pesawat telah siap untuk distribusi sarana prasarana dan pelayanan kesehatan untuk wilayah Mee Pago dan daerah lainnya.

Dalam pandangan Bupati Meki Nawipa, Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah terobosan baru, cara baru, dan desain baru dalam membuka akses rakyat terhadap pelayanan kesehatan yang terpadu.

Dengan setting geografis Papua, diperlukan kebijakan flying hospital/health service) ke wilayah pedalaman.

Menjadi seorang pilot ditempuh dengan perjuangan yang tidak mudah. Ia menempuh pendidikan di Deraya Flying School, Halim, mulai tahun 2000, sehingga memperoleh sertifikat Private Pilot Licence (PPL).

Kemudian merantau ke negeri Kanguru, untuk melanjutkan sekolah penerbangan di Bible College of Victoria (BCV) di Melbourne, Australia.

Sejak 2008 Captain Nawipa memulai penerbangan di Papua yang melayani daerah-daerah terpencil dengan penduduk yang tersebar.

Melihat situasi sosial yang terjadi masyarakat, ia berkomitmen untuk pulang ke kampungnya di Paniai di tahun 2018 sebagai Bupati Paniai.

Dalam visinya, Bupati Paniai menaruh perhatian besar ke penguatan SDM masyarakat Paniai. Sejumlah pola terobosan dalam pengembangan SDM ditempuh, dengan pola sekolah unggulan, pengiriman calon pilot, kemitraan swasta dalam beasiswa putra-putri Paniai.

Di hari-hari ini, dalam pelayanan kesehatan masyarakat, RSUD Paniai menjadi rujukan bagi masyarakat dari berbagai daerah di Mee Pago.

Dengan bantuan pesawat pribadi dari Bupati Meki Nawipa, merupakan pesan kemanusiaan, sekaligus sebagai terobosan kebijakan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bergerak melalui flying health services.

Komitmen dari Bupati Paniai mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, baik dari Pemda lainnnya di Tanah Papua maupun jajaran Pemerintah Pusat yang sedang menangani Covid-19 ini.

Dalam hal ini, Velix Wanggai, Direktur Daerah Tertinggal dan Perdesaan, Bappenas, juga sebagai Sekretaris Desk Papua, Bappenas, menyampaikan langkah Bupati Meki Nawipa merupakan sumber inspirasi bagi Bappenas dalam proses penyempurnaan kebijakan holistik untuk Papua, terutama di sektor kesehatan.

“Pendekatan one sizes fits all kurang relevan dalam konteks Papua, sehingga dibutuhkan pola terobosan kebijakan yang kontekstual Papua, sebagaimana pola yang dicontohkan Bupati Paniai, Meki Nawipa,” kata Velix dalam siaran pers yang diterima redaksi Papuaunik.com.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21 − = 15