Upaya PLN UP3 Jayapura listriki Kampung Kwaedamban Pegunungan Bintang

Papuaunik, – Upaya PLN UP3 Jayapura dalam melistriki Kampung Kwaedamban, Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua patut diancungi jempol.

Bagaimana tidak, tim PLN UP3 Jayapura yang koordinir oleh Marshall V Supit dan sejumlah rekannya di antaranya Rohmat Riyanto dan Hendri Yahya Mosipate harus menggunakan pesawat terbang jenis twin otter untuk sampai ke kampung tersebut ditengah pandemi virus corona.

Kemudian harus berjalan kaki melewati hutan dan jalan yang licin serta merangkak lewati punggung bukit selama delapan jam agar bisa memperbaiki mesin Pico Hydro milik PLN di Kampung Kwaedamban yang rusak diterjang banjir sejak akhir Januari 2020.

Sejak saat itu juga warga di salah satu kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang itu tidak lagi mendapat penerangan untuk aktivitas keseharian mereka, terutama pada malam hari.

Namun, Kampung Kwaedaman yang masuk dalam desa atau kampung berlistrik Program Papua Terang menjadi komitmen dari PLN UP3 Jayapura untuk diperbaiki.

Perbaikan mesin Pico Hydro 1 kW di Kampung Kwaedamban ini dilaksanakan selama 12 hari mulai dari 28 Februari 2020 hingga 10 Maret 2020.

Mesin Pico Hydro 1 KW ini menggunakan potensi alam Kampung Kwaedamban yang diambil dari sungai setempat, dimana warga diajak bergotong royong untuk membuat semacam bendungan air.

Daya terpasang mesin pembangkit kapasitas 1 kW untuk listrik bisa dinikmati oleh 22 pelanggan dengan 24 jam. Bentangan sambungan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.65 kms, kini listrik PLN sudah dapat dinikmati kurang lebih sebanyak 22 kepala keluarga di Kampung Kwaedamban, Distrik Borme.

Menurut koordinator tim Marshall V Supit disela-sela sosialisasi kepada masyarakat tentang kelistrikan, masyarakat juga diberikan informasi tentang perlunya menjaga alam agar tidak terjadi banjir lagi.

“Untuk pembelian token listrik juga sudah bisa dilakukan, dipusatkan di salah satu pondok rumah layanan kesehatan desa,” kata Marshal.

Rekannya, Hendri Yahya Mospite mengakui bahwa medan dan cuaca menuju kampung tersebut sangat sulit, namun dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, Ia bersama tim bisa sampai tujuan dan melaksanakan tugas hingga selesai.

“Puji Tuhan, tantangan medan yang berat serta cuaca yang tidak menentu mulai dari pendistribusian material jaringan listrik hingga selesainya pekerjaan pembangunan pembangkit dapat selesai tepat waktu. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan dukungan Kepala Kampung serta masyarakat setempat yang bahu membahu sehingga pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Hendri Yahya Mosipate

Lukius Bamu salah satu tokoh agama di Kampung Borme menyampaikan dengan perbaikan mesin PLN di kampung itu, harapannya potensi perekonomian masyarakat yang sebagian besar berkebun dapat beraktivitas kembali, seperti beribadah dan kerja di malam hari.

“Dengan perbaikan mesin ini masyarakat dan anak-anak bisa semangat dalam belajar, beribadah sehingga harapanya kedepan masyarakat Kwaedamban lebih meningkat kesejahteraannya. Tuhan memberkati PLN,” kata Lukius diamini, warga Kampung Kwaedamban, Menyes Napyal.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

89 − = 87